Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Meminimalisir Dampak Pancaroba

Rabu, 22 Desember 2021 | Desember 22, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-22T15:20:40Z


Pancaroba adalah musim peralihan antara musim utama di daerah iklim muson, yaitu di antara musim penghujan dan musim kemarau. Musim pancaroba ini umumnya terjadi pada bulan Maret sampai bulan April dan September sampai Oktober. 

Saat ini, Indonesia sedang mengalami musim pancaroba dimana pergantian dari musim kemarau ke musim penghujan. Hal ini sering ditandai dengan adanya frekuensi badai yang tinggi, hujan es, hujan deras yang disertai dengan angin kencang, petir dan guntur. 

Mengingat hal di atas, tentunya kita bangsa Indonesia harus siap siaga menghadapi berbagai bencana alam yang biasa diakibatkan oleh peralihan cuaca yang terkadang menjadi ekstrem ini. Bencana alam yang rawan terjadi akibat pancaroba ini diantaranya, seperti: banjir, longsor dan angin puting beliung. Hal ini tentu berdampak ke sektor mata pencaharian masyarakat, khususnya nelayan dan panen para petani.

Masa pancaroba juga berpotensi meningkatnya frekuensi penyakit saluran pernafasan, seperti asma, influenza/flu-pilek dan batuk. Perubahan iklim akan menyebabkan kelembapan udara dan perubahan suhu yang cukup signifikan sehingga akan menimbulkan berbagai penyakit. Hal ini dipicu oleh virus dan bakteri yang dapat hidup lebih lama dan mudah berkembang biak di area yang lembab. 

Tahukah kamu? Indonesia sudah merasakan berbagai dampak dari musim pancaroba ini. Diantaranya ialah puting beliung dan hujan lebat yang telah terjadi di Desa Sepukur, Kecamatan Lantung, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Sumbawa, bencana tersebut menyebabkan total 28 rumah rusak di mana lima di antaranya didata rusak berat.

Selain itu di tempat lain, Madiun, Jawa Timur. Hujan es dan angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah warga dan pohon di akses Desa Sumber Bendo-Desa Tulung, Kecamatan Saradan, roboh. Hujan deras disertai angin kencang juga melanda Desa Randu Alas, Desa Bolo, Kecamatan Kare; Desa Kresek, Kecamatan Wungu; wilayah Kecamatan Pilangkenceng. Akibatnya, sejumlah rumah rusak, seekor sapi tewas tertimpa reruntuhan bangunan, dan satu tiang listrik tumbang.

Di daerah lain seperti Bogor, Jawa Barat. Hujan deras dan angin kencang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Bogor Barat, menyebabkan total 47 rumah rusak di dua kelurahan. Sebanyak tujuh di antara terdata rusak sedang berupa genting rumah ambruk. Dan masih banyak lagi contoh dampak bencana alam akibat pancaroba ini.

Sehingga, tugas kita untuk meminimalisir kerugian yang disebabkan oleh dampak negatif tersebut, adalah denganmasyarakat menerapkan pola hidup bersih, sehat dan sayang terhadap lingkungan. Makan makanan yang bergizi seimbang, olahraga dengan rutin, istirahat yang cukup, dan terus mengedukasi diri tentang cara mengantisipasi bencana alam yang biasa terjadi akibat musim pancaroba ini.

 

Nama : Oki Al Kahfi

Status Mahasiswa : Mahasiswi KPI 3C UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

Alamat Rumah : Kp. Sindangraja RT/RW 11/04 Desa Linggawangi Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya 46464

No. Telp : 082130736337

Email : alkahfioki20@gmail.com

 

 

×
Berita Terbaru Update