Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mahasiswa KPI Ikuti Lomba Dakwah Digital Nasional

Kamis, 16 Desember 2021 | Desember 16, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-16T07:43:09Z

Dakwahpos.com, Bandung- Majelis Dakwah Pengurus Besar Al- Washliyah bekerjasama dengan pengurus wilayah Al- Jam'iyatul Washliyah Provinsi Jawa Barat mengadakan lomba dakwah digital tingkat nasional dalam rangka memperingati milad Al- Jam'iyatul Washliyah yang ke-91. Kamis (25/11/2021).
 
Lomba dakwah digital ini dilaksanakan mulai dari tanggal 25 November- 8 Desember 2021, lomba dakwah digital ini mengangkat tema tentang keislaman dan lomba ini juga dibagi menjadi 3 kategori yaitu kategori anak-anak (siswa SD/MI), kategori remaja (siswa SMP/MTS dan SMA/MA), dan kategori dewasa (mahasiswa dan umum). Adapun syarat lomba ini adalah durasi ceramah 5-7 menit, memperhatikan kriteria penilaian, dan mengakhiri ceramah dengan ucapan "Nashrum Minallah Wa Fathung Qoriib, Wabasyiril Mu'min, Wassalamu'alaikum Wr.Wb" serta diakhir ceramah juga menyampaikan ucapan "Selamat Hari Ulang Tahun Al-Jam'iyatul Washliyah ke-91, Majulah Washliyah Zaman Berzaman. Selanjutnya, video diposting pada akun Youtube masing-masing dengan mencantumkan nama, judul ceramah, dan kategori, serta pada bagian deskripsi tambahkan tagar #dakwahdigitalwahliyah2021#hutalwasssshliyahke-91.

Adapun kriteria penilaiannya yaitu isi materi 40% meliputi kesesuaian topik, isi dan akurasi dalil, kemudian retorika 35% meliputi gaya bahasa, gaya penyampaian, dan penjiwaan, etika 25% meliputi performa dan ketepatan mengikuti aturan panitia.
Resti Septianingsih salah satu Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, mengatakan "Dengan mengikuti lomba Dakwah Digital ini dapat melatih serta meningkatkan kemampuan saya di bidang khitobah, dan juga dapat menambah pengalaman."

Dalam video lombanya Resti Septianingsih membahas tentang bersyukur atas nikmat Allah SWT. Bersyukur adalah memberikan pujian kepada Allah dengan cara taat kepadaNya, serta bersikap amar makruf nahi mungkar karena Allah yang memberikan segala bentuk kenikmatan kepada kita.
Syukur mempunyai makna yaitu berterima kasih dan menerima dengan sepenuh hati akan anugerah atau nikmat yang allah berikan kepada kita. Bersyukur merupakan suatu perbuatan yang bermaksud berterima kasih atas limapanan nikmat yang telah Allah berikan. Maka jika kita diberi suatu nikmat, tidak memandang nikmat itu banyak atau sedikit.

"Wajib bagi kita kaum Muslimin untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, tanda-tanda kita mensyukuri nikmat tersebut yaitu lahirnya ucapan-ucapan yang baik pada mulutnya, contoh kecilnya saja kita makan mengawalinya dengan membaca basmalah atau minum diakhiri dengan hamdalah. Itu adalah sikap mensyukuri nikmat Allah," ujarnya.

Sebagai seorang muslim wajib mensyukuri atas nikmat yang Allah SWT berikan kepada kita, mulai dari nikmat kesehatan, nikmat iman, nikmat masih bisa berfikir dan berbagai nikmat lagi yang tak bisa kita hitung satu persatu. Sebagaimana firman Allah SWT:
وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Sesungguhnya jika kamu bersyukur pasti kami menambah Nikmat kepadamu dan jika kamu mengkari nikmatku maka sesungguhnya azabku Sangat pedih."

Apabila seseorang mengukur nikmat yang diberikan oleh Allah SWT hanya berupa materil uang berarti orang tersebut termasuk kedalam orang yang kufur.

Maka dari itu apabila kita tidak ingin masuk kedalam golongan orang orang yang Kufur itu maka sehendaknya kita bersyukur. Wajib bagi kita kaum Muslimin untuk mensyukuri nikmat itu, tanda-tanda kita Mensyukuri nikmat tersebut yaitu lahirnya ucapan-ucapan yang baik pada Mulutnya, contoh kecilnya saja kita makan mengawalinya dengan membaca basmalah atau minum diakhiri dengan hamdalah. Itu adalah sikap mensyukuri Nikmat Allah.

"Apabila kita tidak ingin kufur maka kita jangan pernah sekali-kali memandang keatas kita tapi cobalah kita memandang kebawah karena dari situlah kita akan tersadar bahwa seberuntungnya kita dibanding orang lain," ujarnya.

Reporter: Resti Septianingsih, Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

×
Berita Terbaru Update