Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Jelang Pancaroba, Angin Muson Mau Dibawa Kemana

Senin, 13 Desember 2021 | Desember 13, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-12T17:13:50Z

Dalam mata pelajaran Geografi tentu kita belajar mengenai angin muson. Karena Indonesia merupakan negara yang dilewati garis khatulistiwa dan memiliki pola angin musim barat dan musim timur, ini yang menyebabkan Indonesia memiliki iklim tropis. Masa peralihan musim panas ke musim hujan atau sebaliknya, menjadikan perubahan iklim yang signifikan.

Beberapa artikel kerap kali membahas mengenai waspada menghadapi pancaroba, mengapa demikian? Karena masa peralihan ini berada di antara musim muson barat membawa uap air yang banyak, dengan musim muson timur yang bersifat kering. Mungkin "kelabilan" musim ini yang menjadikan tubuh kita tidak cepat beradaptasi dengan suhu udara, tekanan suhu yang tiba-tiba dingin dan terkadang yang tiba-tiba panas kerap kali menjadi salah satu penyebab terkena demam, flu, dan penyakit ala pancaroba lainnya.

Tentu saja pencegahan yang harus dilakukan untuk tidak mudah terserang penyakit pada musim ini sudah beribu-ribu kali dibahas dalam artikel. Banyak mengkonsumsi protein, vitamin, sayuran, dan buah-buahan. Atau bahkan, sering-sering berolahraga adalah kunci jitu menjaga imunitas tubuh agar tidak mudah terserang virus.

"Jika Dia menghendaki, Dia akan menenangkan angin, maka jadilah kapal-kapal itu berhenti di permukaan laut. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kekuasaannya) bagi setiap orang yang banyak bersabar dan banyak bersyukur," (QS. Asy-Syu'ara ayat 33). Segala sesuatu pasti mempunyai impresi positif dan negatif, lalu apa dampak positif dari musim pancaroba yang perlu "diwaspadai" itu? Pertanian adalah pihak yang paling diuntungkan, irigasi adalah salah satunya. Indonesia tidak pernah terkendala dalam masalah cocok tanam, setiap tahun tanahnya subur ditumbuhi dengan berbagai macam sayuran. Ini merupakan dalil mengenai dampak positif adanya masa peralihan.

Setiap yang terjadi, baik pada diri kita, lingkungan sekitar, dan orang lain, baik positif maupun negatif, Tuhan selalu mempunyai cara indah agar kita bersyukur dan tetap tafakur atas segala rezeki yang diberikan-Nya. Dan Tuhan menciptakan segalanya, tidak akan ada yang namanya "kesia-siaan". Tetap semangat di tengah pandemi!

Banafsha Saffa
Mahasiswa KPI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

×
Berita Terbaru Update