Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Inilah Penyakit Yang Sering Menjangkit Hewan Ternak Unggas Dimasa Pancaroba Dan Cara Mencegahnya

Sabtu, 11 Desember 2021 | Desember 11, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-11T16:56:44Z

 
Di negara tropis seperti Indonesia, pada pergantian musim antara musim kemarau dan musim hujan, terdapat musim peralihan antara pergantian musim. Musim pancaroba tampaknya tidak hanya berdampak pada manusia, tetapi juga unggas. Wabah penyakit pada unggas pada musim pancaroba disebabkan oleh perubahan iklim yang tiba-tiba, perbedaan suhu yang ekstrim antara siang dan malam, yang menyebabkan penurunan daya tahan organisme.
Jika hal ini tidak diantisipasi, akan berakibat fatal bagi ternak. Dimana ternak akan mudah terserang penyakit yang disebabkan oleh virus, bakteri dan jamur. Penyakit yang sering menyerang unggas adalah penyakit saluran pernafasan dan pencernaan seperti penyakit tetelo (ND), penyakit saluran pernafasan kronis (CRD), infeksi coryza (Snot) dan colibacillosis.
Newcastle Diase (ND) atau sering kita kenal dengan penyakit tetelo adalah penyakit yang menyerang pada sistem pernapasan, pencernaan dan saraf. Gejala yang timbul adalah batuk, bersin, sayap terkulai, ngorok, sulit bernafas, jalan mundur dan kaki lumpuh atau jalan terseret. Penularan ND dapat melalui kontak langsung dengan ayam yang sakit dan kotorannya, juga lewat pakan, air minum, kandang, serangga, burung liar, dan angin atau udara.
Selain ND ada juga penyakit Chronic Respiratory Disease (CRD) yang biasa disebut penyakit saluran pernapasan kronis yang dimana penyakit ini menyerang sistem pernapasan yang menyebabkan fisik unggas menjadi kurus parah. Pertumbuhan dan produksi juga menjadi terhambat dengan tingkat morbiditas yang tinggi dan mortalitas yang rendah apalagi ditambah dengan buruknya manajemen.
Penyakit pada sistem pernapasan lainnya yaitu Coryza (Snot) dengan penularan secara langsung melalui ayam yang sakit maupun tidak langsung seperti melalui udara, kotoran, minuman yang terkontaminasi serta kandang dan peralatan yang tidak dijaga kebersihannya. Ayam yang terjangkit snot memiliki tingkat morbiditas yang tinggi walaupun tingkat kematian atau mortalitasnya rendah yaitu sekitar 30 persen.
Selain penyakit pada saluran pernapasan ada juga penyakit yang menyerang saluran pencernaan yang sering terjadi saat pancaroba yaitu Colibacillosis. Penyakit ini dapat menyebabkan gangguan pertumbuhan, penurunan produksi, penurunan kualitas telur dan kerugian ekonomi. Penyakit Colibacillosis dapat ditularkan baik secara langsung maupun tidak langsung lewat kontaminasi pakan, air minum, debu, dan kuning telur yang terkontaminasi feses. Colibacillosis dapat menjadi faktor predisposisi pada penyakit CRD, IB, dan ND.
Cara mencegah penyakit yang terjadi pada masa pancaroba umumnya sama dengan mencegah penyakit lain, yaitu dengan memperbaiki dan mengevaluasi pengelolaan kandang dan peralatan dengan baik, dengan tetap menjaga suhu, kelembaban, arah angin atau udara di dalam kandang agar ayam tidak mengalami stres atau melemahkan sistem kekebalan tubuh. Selain itu, penting untuk menerapkan program vaksinasi dan biosekuriti yang tepat untuk menghindari patogen dan faktor predisposisinya dan untuk memberikan multivitamin secara teratur.

Rifaldi Andzani
Mahasiswa Jurusan KPI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung
×
Berita Terbaru Update