Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dampak Peralihan Musim bagi Nelayan

Sabtu, 11 Desember 2021 | Desember 11, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-11T16:52:25Z

Dampak Peralihan Musim bagi Nelayan


Negara indonesia dikenal dengan negara maritim karena negara Indonesia memiliki banyak pulau, yaitu kurang lebih sebanyak 17.504 pulau selain itu dua berbanding tiga dari luas negara Indonesia adalah lautan, maka luasnya lautan yang lebih besar daripada daratan menjadikan sektor pariwisata laut dan sektor perikanan menjadi sebagian besar mata pencaharian yang menjanjikan

Negara Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki iklim tropis karena Indonesia dilalui oleh garis khatulistiwa, dengan beriklim tropis maka indonesia memiliki dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau, iklim inilah menjadi gambaran cuaca suatu wilayah. Saat ini sudah banyak teknologi canggih yang dapat mendeteksi dan memperkirakan cuaca yang akan datang dengan akurat, namun begitu nelayan tetap harus siap dan waspada dengan perubahan cuaca yang dapat terjadi kapan saja.

Nelayan sangat menggantungkan hasil tangkapan ikan pada cuaca, namun seringkali terjadi perubahan atau transisi musim yang tidak menentu dari musim penghujan ke musim kemarau yang tidak teratur dan di daerah tropis, menyebabkan nelayan kesulitan. Bahkan bila cuaca buruk nelayang seringkali tidak mendapatkan hasil tangkapan ikan yang banyak. Peralihan musim inilah yang dikenal dengan musim pancaroba. Musim pancaroba ini ditandai dengan cuaca yang tidak teratur seperti curah hujan dan itensitas cahaya matahari yang tidak menentu.

Dampak perubahan iklim terhadap pelayaran bagi para nelayan cukup berpengaruh besar, oleh karena itu perlu adanya solusi bila iklim sedang tidak bersahabat, sehingga masyarakat yang bermata pencaharian sebagai nelayan bisa lebih siap dalam menghadapi peralihan musim dan mengurangi risiko produktivitas hasil tangkapan yang menurun.

Cuaca yang sering tidak menentu menyulitkan para nelayan khususnya nelayan di negeri ini yang kebanyakan menggunakan perahu kecil yang akan sangat beresiko bila dipaksakan berlayar, angin dan gelombang tinggi menjadi hambatan bagi para nelayan.

Oleh karena itu diperlukan sosialisasi dari pemerintah untuk para nelayan melalui BMKG dan info terupdate yang harus rutin dilakukan mengenai keadaan iklim didaerah pelayaran mereka agar mereka dapat lebih hati-hati dalam memutuskan untuk berlayar.


 Zahra Fatiyatul Aula

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Jln. Mamaraksa Praja Bojong no. 33, Margajaya, Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat

No hp. 082122306584

zahrafty0214@gmail.com


×
Berita Terbaru Update