Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Dampak Karantina

Sabtu, 11 Desember 2021 | Desember 11, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-11T01:20:03Z

Banyaknya kasus positif covid 19 pada masyarakat di Indonesia, terkhusus kota-kota besar dimana semua orang berkumpul dalam satu wilayah sehingga menyebabkan kasus covid 19 meningkat dan berakhir terhadap kondisi ekonomi keluarga dan psikologi pasien. Faktanya banyak sekali orang yang dirugikan, tidak hanya membuat gaduh tetapi juga lengah atas keselamatan diri sendiri dan orang lain. Jangan merasa bahwa saat ini kondisi covid 19 di Indonesia mulai menurun sehingga apa yang kita inginkan bisa tercapai tanpa berfikir terlebih dahulu.

Sebagai contoh ; pada beberapa hari kebelakang kita diramaikan dengan kasus seorang Influencer yang dikenal dengan sebutan "buna" (Rachel Venya) kabur dari Wisma Atlet sepulang dari Amerika Serikat, dimana proses karantina itu sudah menjadi aturan ketat yang ditetapkan pemerintah untuk orang-orang yang sudah menjalankan penerbangan dari luar negeri, tetapi lain, dia mengakui bahwasannya "manager, kekasih, dan dirinya tidak menjalankan karantina sama sekali di Wisma Atlet" mendengar hal itu yang langsung disampaikan oleh pihak Rachel Venya sendiri masyarakat sontak kaget dan beberapa kritikan mulai dilontarkan untuknya, Melihat dan mendengar masalah ini, saya sendiri pun tidak bisa memaklumi apalagi sampai membenarkan alasannya dengan mengatakan ; 'Bahwa dia ingin bertemu dengan anak-anaknya'.

Ini adalah suatu hal yang wajar tetapi apa dengan melakukan itu semua akan cepat terselaikan ? tentu tidak, karena dengan melakukan hal seperti justru akan sangat merugikan orang banyak bahkan menjatuhkan harga diri sendiri sebagai seorang Influencer yang hanya mementingkan diri sendiri.

Banyak sekali orang-orang diluar sana yang dipisahkan jarak dengan keluarganya guna mematuhi aturan pemerintah dan melindungi orang sekitar, Mengapa ? karena kita tidak tahu siapa yang terpapar dan apa dampak kedepannya. Masyarakat Indonesia mengatakan sangat mengecewakan kami yang pernah berjuang menangani Covid mati-mati an hingga saat ini Indonesia kasusnya dibawah positivity rate.

Bahkan ada juga yang mengatakan bahwa ; tidak bisa menyaksikan orang tuanya dimakamkan karena sedang menjalankan isolasi. You think money can buy everything? You think this is all worth it? Serunya, Masyarakat pun berpendapat bahwa masalah seorang Influencer ini menghambat penanganan Covid-19 di Indonesia. Banyak dari kita yang sudah belajar dari lonjakan kasus varian delta kemarin, but wait masih ada orang seperti dia yang dengan seenaknya tidak mengikuti protokol. "We dont need people like you anymore here, we have been through a lot" sampai ada yang melontarkan kata-kata seperti itu terhadapnya, dilihat dari kritikan masyarakat terhadap masalah ini.

KARANTINA adalah sebuah kata yang mudah diucapkan tetapi sulit untuk dilaksanakan untuk sebagian orang dan memberikan dampak yang sangat besar. Kita lupakan moment Bersama keluarga, buang terlebih dahulu ego kita, mulai damai dengan diri sendiri dan selalu berfikir positive atas apa yang akan terjadi kedepannya. Sebenarnya manfa'at dari karantina itu merupakan wadah/aturan yang sudah ditetapkan pemerintah guna menjaga diri kita dan orang lain, tetapi melihat kasus ini memang ada sebagian orang yang enggan menjalankannya karena mungkin terlalu lama dan tidak siap untukmenjalaninya selama dua mingggu bahkan bisa kurang/lebih.

Banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari masalah ini, oleh karena itu penting adanya rasa simpati diri, patuh akan aturan, serta sadar bahwa ketika melakukan sesuatu harus berfikir dua kali, apa hal yang akan terjadi kedepan serta dampak dan resiko apa yang akan diambil.

 

Silmie Rusydiani Sholihah

Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati

Bandung, Jawa Barat

Jalancagak, Des. Maruyung Kec. Pacet Kab. Bandung

081324960958

silmierusysh@gmail.co
×
Berita Terbaru Update