Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berhati hatilah di Sosial Media Jejak Digital Selalu Ada

Kamis, 23 Desember 2021 | Desember 23, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-12-23T16:01:06Z

Jejak digital adalah segala rekaman jejak perjalanan seseorang yang terekam melalui aplikasi smartphone seperti GPS, media sosial, bahkan email. Keseluruhan data digital yang membentuk jejak digital merupakan yang tersimpan di komputer maupun yang tersimpan online.

Ketika seseorang mengunjungi sebuah situs, maka server tempat situs itu tersimpan mungkin akan menyimpan alamat IP pengunjungnya. Dari alamat IP itu bisa dikenali internet service provider (ISP) yang dipakai, termasuk perkiraan lokasi pengakses situs tersebut.

Alamat IP kecuali yang statis memang akan terus berubah dan tak menyimpan informasi personal pemakainya, namun alamat ini tetap masuk dalam kategori jejak digital. Lewat google dan media sosialmu juga bisa menjadi jejak digital yang paling akurat tentang seseorang. Jika kamu mengatifkan tombol riwayat lokasi, jejak digital ke mana saja lokasi yang pernah kamu datangi dapat dengan mudah untuk diketahui.

Sebagai pengguna social media yang pintar dan bijak sudah tentu paham dengan apa yang namanya privasi dalam dalam bermedia social, mana konten yang sifatnya public dan aman yang pribadi. Setiap apa yang kita posting tersebut merupakan jejak digital yang mungkin akan dilihat di waktu mendatang dan mungkin sudah dalam kondisi yang berbeda sehingga apa yang kita posting dulu sdh tdk relevan dengan sekarang.

Kebiasaan baru masyarakat pengguna medsos yang latah banyak yang tak memahami bagaimana sebaiknya menggunakannya dengan bijak. Apakah akan berdampak positif atau justru memicu konflik saat berbicara di dunia maya. Di mana kecepatan penyebaran informasi sangatlah cepat sepersekian detik sudah menyebar ke seantero belahan dunia.

Jika tanpa pertimbangan matang, medsos akan meninggalkan jejak yang sangat kejam. Kalimat-kalimat unggahan yang memicu konflik, merendahkan orang lain, isue sara akan dituai akibatnya oleh penggunanya sendiri.

Meskipun begitu masih banyak pula konten positif untuk kebaikan, namun publik harus sangat selektif dan harhati-hati. Harus merunut dengan baik, tau sumber jelasnya dari mana. Atas dasar tanpa banyak pertimbangan dalam bermedia sosial banyak kita lihat kekejaman dunia maya yang merugikan penggunanya.

Afni Efrilia Maharani, Mahasiswi KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung
×
Berita Terbaru Update