Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Cara Mendidik Anak Yang Tepat, Cermat, dan Akurat

Rabu, 03 November 2021 | November 03, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-11-03T10:29:31Z


Dakwahpos.com, Bandung- Sebagai orang tua, tentunya pasti menghadapi persoalan dan kebingungan dalam mendidik anak. Terkadang si buah hati yang diidamkan oleh orang tua, ternyata realitanya tidak sesuai dengan apa yang telah diharapkan. Hal tersebut merupakan satu buah problematika kehidupan yang masih lumrah kita saksikan. 

Masjid al-Barokah yang berada di komplek Vijayakusuma, Cipadung, Bandung. Masjid tersebut rutin mengadakan kegiatan pengajian setiap pekannya. Diadakan di hari jum'at malam dengan harapan bagi mereka yang notabene pekerja, bisa turut ikut meramaikan kegiatan pengajian tersebut. 

Pada tanggal 29 Oktober 2021, dalam pengajian yang diisi oleh Bpk. KH. Nanang Suryatna, M.Ud. membahas serta mengupas mengenai kitab "Fathu ar-Rabbani", karangan Syeikh Abdul Qadir al-Jailani. Pada saat itu, materi l dibahas adalah cara mendidik anak agar bisa berakhlak. 

Seringkali kita dapati, bahwa anak tumbuh oleh bayang-bayang orang tua. Tidak sedikit anak-anak yang terpaksa mengubur mimpi-mimpinya, hanya karena keinginan dan paksaan dari orang tua. Hal tersebut merupakan sebuah kesalahan dan blunder besar yang dilakukan oleh orang tua. 

Dalam urutannya, pertama yang harus dilakukan orang tua adalah mengenal dan mengetahui bakat yang dimiliki oleh seorang anak. Jika anak memiliki bakat di bidang seni, arahkan anak untuk mendalami seni. Jika anak mempunyai bakat di bidang Agama, arahkan dan didik anak ke pesantren. Jadi, langkah awal yang harus diteliti dan diketahui oleh para orang tua adalah mengenali bakat dan minat yang dimiliki oleh seorang anak. 

Dewasa ini kita saksikan, berapa banyak anak yang memiliki bakat A namun dipaksa oleh orang tua untuk menjadi B. Bpk. KH. Nanang Suryatna, M.Ud menerangkan, "Berapa banyak anak-anak yang memiliki bakat di bidang tertentu, namun dipaksa untuk menjadi ahli kesehatan (dokter, perawat, dll)." Ucap Bpk. KH. Nanang Suryatna, M.Ud dalam isi pengajiannya. Orang tua tidak semestinya melakukan hal tersebut, hanya karena keinginan orang tua yang tidak dilandasi dan didasari oleh bakat dan minat seorang anak.

Setelah mengetahui bakat si buah hati, orang tua harus terlebih dahulu menanamkan nilai-nilai dasar Islam sebagai sebuah pondasi bagi seorang anak dalam mengarungi kehidupannya kelak. Artinya, sebelum si anak fokus untuk menggali dan mengembangkan bakatnya, maka harus sudah didasari oleh ilmu-ilmu agama yang dasar. Karena Agama menjadi benteng terkuat ketika seorang anak mengalami masalah dan problematika kehidupannya. 

Akhirnya, kita sebagai orang tua tidak boleh egois dalam bersikap dan bertindak terhadap seorang anak. Kita tidak boleh memaksakan sesuatu yang tidak disukai dan diminati oleh seorang anak hanya karena keegoisan yang kita lakukan. Mari kita benahi kesalahan-kesalahan tersebut, dengan harapan agar si anak dapat menumbuhkan dan mengembangkan bakat dan minat yang mereka miliki. 

Reporter: Alif Safikri, Mahasiswa jurusan KPI, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

×
Berita Terbaru Update