Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Trik Bagi yang Gagal Ramadhan

Sabtu, 30 Oktober 2021 | Oktober 30, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-30T04:06:40Z


                             
Dakwahpos.Com, Bandung – Bulan Ramadhan 1443 H diperkirakan akan jatuh pada tanggal 2 April 2022 mendatang. Kita semua menyadari bahwa masih banyak ibadah yang belum maksimal kita laksanakan pada ramadhan sebelumnya. Untuk itu pada podcast Masjid Ikomah UINSGD episode-150 Drs. H. Bukhori, SS., M.Ag memberikan ceramah dengan tema "Trik Bagi yang Gagal Ramadhan".

Puasa pada bulan Ramadhan merupakan kewajiban bagi seluruh umat muslim, yang mana pada bulan itu kita melaksanakan perintah yang paling mulia yaitu menahan diri dari nafsu, makan, dan minum pada siang hari selama satu bulan penuh. Drs. H. Bukhori, SS., M.Ag mengatakan "Didalam Qur'an Surah Al-Baqarah ayat 183 dikatakan target shaum adalah agar kita bertaqwa dari situ maka mestinya kita bisa mengevaluasi dan menilai diri kita, apakah kita masih berada dalam keimanan dan ketaqwaan?".

Drs. H. Bukhori, SS., M.Ag lebih lanjut menjelaskan mengenai bagaimana kebanyakan dari kita menjalani hari-hari setelah ramadhan.

"Jika menjalani hari-hari setelah Ramadhan ini biasa-biasa saja tidak ada perubahan yang signifikan yang mestinya terjadi perubahan saraf positif tentu sangat memprihatinkan. Artinya kita punya kewajiban untuk diri kita sendiri, untuk memaksa diri kita karena kalau memaksa orang lain mungkin kita bisa kena hukum dilarang. Tetapi kalau memaksa diri sendiri itu adalah satu keharusan agar kita menjadi lebih baik maka masing-masing kitalah yang mengetahui apakah ketaqwaan kita ini menjadi meningkat atau malah menurun"

Kita sebagai manusia memanglah tidak selalu sempurna dalam menjalankan perintah Allah STW., maka seandainya saat ini kita tidak mendapati kualitas ketakwaan yang seharusnya tentu kita harus melakukan perbaikan.
Drs. H. Bukhori, SS., M.Ag kembali menjelaskan hal-hal yang harus kita perbaiki dalam beribadah agar kedepannya dapat memaksimalkan ibadah pada bulan ramadhan.

"Memperbaiki kualitas shalat kita karena satu shalat adalah rukun Islam yang kedua, yang mana kita tahu diantara manfaat salat adalah untuk mencegah fasya dan mungkar sehingga kalau kita merasa setelah ramadhan kita masih saja mudah melakukan perbuatan fasya dan perbuatan mungkar maka cobalah kita perbaiki kualitas sholat kita"

"Saya sarankan memperbaiki salat dengan melakukan salat berjamaah lillahi taala, usahakan awal waktu tidak lama hanya 40 hari. Coba kalau tidak percaya, eksperimen masing-masing kita bisa beda-beda ya tapi berdasarkan pengalaman banyak orang yang melakukan ini selama 40 hari dalam lima waktu tidak ada yang ketinggalan Takbiratul Ihram Imam maka kita akan mendapatkan pengalaman spiritual yang luar biasa", ungkapnya lebih lanjut.

"Setelah salat diperbaiki baru nanti kita memperbaiki rukun islam yang lainnya. Kita akan merasa ringan dalam berzakat yang benar-benar lillahi bukan zakat karena riya. Kita juga akan tenang dalam menanti haji, haji pun benar-benar karena Allah semata. Maka barangkali ramadhan kemarin kita kurang mampu mentarbiyah diri kita maka untuk ramadhan selanjutnya kita perbaiki dengan memulai sholat yang berkualitas yaitu dengan cara berjamaah" pungkas dosen fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.

Rep: Nikita Amanda Rahmadani – KPI 3 C

×
Berita Terbaru Update