Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Refleksi QS. An-Nisa Ayat 60

Minggu, 24 Oktober 2021 | Oktober 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-24T13:52:00Z


Bandung, Dakwahpos- Seperti biasanya, DKM Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan podcast kultum yang tidak kalah menarik dengan konten-konten lainnya.  Pada kesempatan kali ini,  DR. H. Hasbiyallah , M.Ag mengangkat tema yang berjudul " Refleksi QS. An-Nisa Ayat 60".

Sebelum pada materi inti, DR. H. Hasbiyallah, M.Ag menuturkan bahwa nikmat dan karunia yang telah diberikan oleh Allah kepada kita, sangat patut kita syukuri. Karena pada momen ini kesempatan ini, kita gunakan nikmat-nikmat yang diberikan untuk ibadah kepada Allah SWT. Yakni dengan melaksanakan kewajiban kita menunaikan salat fardu. Sebab diluar sana banyak orang-orang mendapatkan banyak nikmat dari Allah, namun mereka sulit menggunakan nikmat itu untuk kepentingan ibadah kepada Allah SWT.

Tak lupa, DR. H. Hasbiyallah, M.Ag mengajak para hadirin untuk senantiasa  berselawat Mari kita kepada Baginda Rasulullah Muhammad SAW, para keluarganya dan para sahabat-sahabatnya. "Dan sekali lagi kita juga berharap pada Allah subhanahuwata'ala mudah-mudahan kita semua digolongkan dalam keluarga besar UN Sunan Gunung Djati Bandung sebagai pengikut atau dari Ummat Baginda Rasulullah SAW. yang mendapatkan syafa'atul uzhma pada hari kiamat. Amin ya Allah ya Rabbal Alamin." Pungkasnya lebih lanjut.

Sebelum pada penjelasan, beliau membacakan satu ayat, yakni QS. An-Nisa ayat 60. "Ayat ini meminta kita untuk menelaah memperhatikan perilaku orang-orang yang hanya bisanya mengaku beriman terhadap apa yang Allah turunkan kepada Baginda Rasulullah SAW. dan juga mengaku beriman kepada kitab-kitab yang juga diturunkan kepada selain dari Nabi Muhammad SAW. Tapi anehnya tetapi mereka masih berhukum dengan hukum nya. Thogut ini merupakan simbol dari orang-orang yang durhaka orang-orang yang menentang yang pemikirannya tulisan-tulisannya karya-karyanya selalu menyimpang dari apa yang dikehendaki oleh Allah dan rasul-nya itulah istilah tholwut."

"Kalau di dalam tafsirnya Ibnu Katsir, thogut ini bercerita tentang seorang dari kalangan Yahudi yang bernama ka'ab bin Asyraf dialah yang menjadi dukun pada saat itu setiap perkara dan urusannya selalu diputuskan menurut pendapatnya,cabin asrol yang menarik perhatian kita di dalam tafsirnya Ali as-shobuni dalam kitabnya sofwatut tafasir beliau menafsirkan ayat ini dengan kalimat tajibun tajibu kata beliau takzib sungguh aneh urusannya orang yang mengaku beriman tetapi tidak ridha dengan ketetapan Allah SWT." Jelas beliau melanjutkan.

Singkatnya, menurut beliau ibaratnya mengaku beriman tapi perilakunya jauh dari perilaku orang beriman mengakunya mahasiswa mahasiswi universitas Islam tapi perilakunya jauh dari keinginan orang begitu. Ataupun seseorang yang mengaku civitas akademika Islam tapi perilakunya jauh dari Islam. Setidaknya, semua itu  harus dibuktikan dengan akhlak-akhlak menggambarkan keislaman. Bukan hanya perkataan semata.

Tak hanya itu, DR. H. Hasbiyallah , M.Ag juga mengajak para jemaah untuk intropeksi diri akan fananya kehidupan didunia ini. "Ada tiga keanehan yang saya ingin ungkap ada kesempatan ini. Yakni keanehan yang menjadi perilaku kita sehari-hari. Yang pertama adalah kita sangat yakin bahwa kehidupan dunia ini sementara sedangkan kehidupan akhirat adalah abadi. Memang sudah ajal, kita yakin betul bahwasannya kita juga suatu saat akan pergi dari dunia ini dan akan pindah ke tempat yang abadi. Sekuat kinginan kita untuk hidup di dunia ini suatu saat pasti akan pergi dari dunia yang fana ini. "

"Oleh karena itu hadirin Mari kita perjuangkan supaya kita mendapatkan Husnul Khotimah supaya kita tidak menjadi orang-orang yang aneh kita amalkan semua rangkaian rangkaian ibadah ini . Seperti halnya salat fardhu dengan berjemaah, kita pelihara sedekah, dan juga kita jaga puasa sunnah nya. Kita dawam-kan dengan itulah kita akan meraih Husnul Khotimah Kalaupun kita tersesat tersesat kita tidak terlalu jauh masih bisa diselamatkan Insya Allah mudah-mudahan kita dapat meraih Husnul Khotimah." Pungkas beliau. (24/10)

 

Reporter : Luthfiani Nur Azizah,  Mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

 

×
Berita Terbaru Update