Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Muhasabah Diri Dari Kecintaan Rasulullah Kepada Umatnya

Minggu, 31 Oktober 2021 | Oktober 31, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-31T15:23:52Z

Dakwahpos.com, Sukabumi - Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami Asy-Syuja'iyah mengadakan acara maulid nabi, Minggu (31/10/2021).

Acara maulid nabi masjid Asy-Syuja'iyah ini di isi oleh Ustadz Enceh dengan mengangkat tema "Cinta Rasulullah Kepada Umatnya "

Dalam ceramahnya Ustadz Enceh menuturkan bahwa sanya Maulid Nabi adalah rahmat dari Allah SWT. Sebelum diangkat menjadi Rasul, beliau sudah memikirkan tentang umat manusia. Mengapa mereka tersesat? mengapa mereka saling menindas? dan mengapa tatanan kehidupan masyarakat demikian jahiliyah dan tersesat?

"Setelah diangkat menjadi Rasul, beliau senantiasa berjuang untuk menyelamatkan umatnya dari kejahiliyahan dan kesesatan yang bisa menjebloskan mereka masuk neraka. Allah menggambarkan kecintaan dan kasih Rasulullah kepada umat dalam firman-nya :

لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِنْ أَنْفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُمْ بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

"Sungguh telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasih lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin." (QS. At Taubah: 128)", ujar Ustadz Enceh

Beliau melanjutkan ceramahnya menjelaskan bahwa begitu berat terasa oleh Rasulullah penderitaan umat sehingga beliau bersedia menebus dan meringankan penderitaan itu.

"Misalnya sakaratul maut yang demikian berat saat menjelang wafat, putri beliau Fatimah r.a bertanya, (Apakah sakaratul maut sakit ya Rasulullah?) Rasulullah justru meminta kepada Allah agar sakitnya sakaratul maut umat ditanggung beliau".

"Andaikan beliau tidak menanggung sebagian sakaratul maut umatnya, tentu sakaratul maut yang dirasakan umat ini sangat berat, berlipat-lipat dari sakitnya sakaratul maut sekarang. Namun, demi meringankan penderitaan umatnya, Rasulullah menanggung itu semua", lanjut Ustadz Enceh

Lalu kemudian Ustadz Enceh melanjutkan ceramahnya Jika demikian besar cinta Rasulullah kepada kita, bagaimana cinta kita kepada beliau? Pada momentum peringatan maulid Nabi ini, marilah kita merenung dan bermuhasabah.

"Sudahkah kita memperbanyak membaca sholawat nabi kepada beliau? Sebab di antara tanda cinta adalah banyak menyebut nama kekasihnya dan sebaik-baik menyebut nama Rasulullah adalah dengan bershalawat kepada beliau. Satu shalawat akan diganjar dengan sepuluh kebaikan, dihapuskan sepuluh dosa dan diangkat sepuluh derajat. Siapa yang paling banyak shalawatnya, dialah yang paling berhak mendapat syafaat Rasulullah di akhirat kelak." ungkapnya

Akhir ceramah beliau mengatakan agar kita senantiasa meneladani Rasulullah karena bukti cinta yang konkrit itu yaitu dengan meneladani Rasulullah.

"Sudahkah kita berusaha untuk meneladani beliau? Sebab bukti cinta paling konkrit kepada Rasulullah adalah dengan meneladani beliau. Meneladani Rasulullah artinya juga otomatis kita mengamalkan sunnah-sunnah beliau. Apa yang Rasulullah perintahkan, kita laksanakan. Apa yang Rasulullah larang, kita tinggalkan." Pungkasnya



Reporter : Rifaldi Andzani, Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung
×
Berita Terbaru Update