Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Menyikapi Anugerah Allah, Khutbah Masjid Ikomah UIN Bandung

Sabtu, 30 Oktober 2021 | Oktober 30, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-30T14:06:33Z

Menyikapi Anugerah Allah, Khutbah Masjid Ikomah UIN Bandung

Dakwahpos.Com, Bandung –Ibadah shalat Jum'at merupakan ibadah wajib bagi setiap laki-laki yang beragama Islam dan telah baligh serta berakal. Pada Khutbah Jum'at di Masjid Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung Episode-162 Ustadz Drs.Zaenal Muttaqien,M.Ag menyampaikan sebuah materi yang menarik yaitu dengan judul "Menyikapi Anugrah Allah".

Sebagai seorang hamba kita harus senantiasa bertaqwa kepada Allah SWT., karena dengan bertaqwalah kita mampu menyikapi semua anugrah yang diberikan oleh-Nya. Ustadz Drs.Zaenal Muttaqien,M.Ag menjelaskan bahwa orang yang bertaqwa memiliki banyak sekali jaminan dari Allah SWT.

"Jaminan bagi orang yang benar-benar bertakwa. Pertama, Allah Subhanahu Wa Ta'ala membukakan jalan keluar dari kesempitan hidup. Kedua Allah anugrahkan Rizki yang datangnya tanpa disangka-sangka. Ketiga Allah mudahkan segala urusan hidup yang ke empat Allah hapuskan dari noda dan dosa yang kelima Allah muliakan dengan pahala yang agung dalam bahasa alzim beda dengan Kabir kalau Kabir besar dapat dihitung tapi kalau adzim besar tidak dapat dihitung karena saking besarnya".

Ustadz Drs.Zaenal Muttaqien,M.Ag kembali menjelaskan bahwa untuk menjadi manusia yang mendapatkan jaminan dari Allah SWT., maka kita harus memenuhi beberapa indikator sebagai orang yang bertaqwa.
"Pertama menjadi manusia yang dermawan yang kedua menahan amarah yang ketiga memaafkan kesalahan orang lain yang ke empat memperbanyak istighfar yang kelima ia tidak mengulangi kembali aktivitas yang berindikasi kan noda dan dosa".

Kita sebagai manusia tidak pernah tahu siapa yang akan diangkat derajat nya oleh Allah SWT., apakah orang yang kita pandang baik atau orang yang kota pandang tidak baik. Karena hanya Allah yang Maha Tahu dan yang berhak menetukan siapa hamba-Nya yang bertaqwa dan yang tidak.

"Ini menyadarkan kita bersama supaya tidak ada ungkapan bahasa-bahasa yang sedikit tidak sesuai dengan selera dan ketika didengar oleh orang lain karena seseorang diangkat oleh Allah subhanahu wa ta'ala walaupun menurut kita tidak sesuai padahal allah subhanahu wa ta'ala telah menempatkan maka bagi kita falsafahnya adalah menerima,menikmati dan mensyukuri tetapi tidak ada salahnya kalau kita bercita-cita meraih kesuksesan yang lebih baik" ujar dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini.

Terakhir beliau menyampai "Seseorang yang diberi kepangkatan oleh subhanahuwata'ala kita cukup mengatakan alhamdulillahirobbilalamin kalaupun ada sesuatu yang menerpa kepada dirinya di dalam hatinya ada rasa sakit maka ia cukup berkomentar innalillahi wa inna ilaihi rojiun Ketika sesuatu yang mengesalkan hati maka ia cukup mengatakan Masya Allah ketika mendapat kebahagiaan alhamdulillahirobbilalamin ketika bercita-cita Insyaallah ketika berdosa Astaghfirullahaladzim ketika mendapatkan sesuatu yang menakjubkan Subhanallah yang sangat menakjubkan allahuakbar. Dari sini kita tahu bahwa tidak ada kalimat-kalimat lain yang bisa menjerumuskan dirinya ke jurang kehinaan tetapi Allah memberikan menu-menu yang sungguh-sungguh mendapatkan dirinya pada posisi dan Allah Jadikan Dia terpuji".

Rep: Muhammad Raden Nur Naufal-KPI-3-C
×
Berita Terbaru Update