Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Mengembangkan Kepercayaan Menjadi Keyakinan-Khutbah Jum'at Masjid Ikomah Eps 177

Minggu, 24 Oktober 2021 | Oktober 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-24T12:40:36Z

Mengembangkan Kepercayaan Menjadi Keyakinan

Dakwahpos.com, Bandung- Mengembangkan Kepercayaan Menjadi Keyakinan menjadi tema pada Khutbah Masjid Ikomah yang selalu aktif mengisi kegiatan khutbah, kultum, dan kajian. Khutbah jum'at eps 177 pada tanggal (30/7/2021) disampaikan oleh : Dr. KH. Zainal Abidin, M. Ag. Beliau merupakan Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

Dalam ceramahnya beliau menyampaikan bahwa sekurang-kurangnya ada dua kepercayaan yang patut kita kembangkan dalam diri kita, khususnya dalam menghadapi wabah yang sampai hari ini belum selesai. Kepercayaan pertama sekurang-kurangnya ada tiga hal.

 

Dr. KH. Zainal Abidin, M. Ag menjelaskan kepercayaan pertama yaitu kepercayaan terhadap penemuan-penemuan yang bersifat saintifik.

 

"Pertama adalah kepercayaan terhadap penemuan-penemuan yang bersifat scientific. Artinya hasil analisis para ahli tentang covid, tentang wabah, tentang virus patut kita apresiasi sebaik-baiknya. Karena pada prinsipnya setiap penemuan ilmiah pada dasarnya juga di landaskan pada pendekatan saintifik yang harus objektif, rasional". Jelasnya.

 

Menurut Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung ini mengatakan bahwa Isu-isu yang berkembang di masyarakat tentang bagaimana menyikapi kondisi virus ini beragam. Karena memang penemuan saintifik itu sehebat apapun tetap masih dalam kondisi relative. Kenapa relative?  karena itu dalam batas-batas pikiran umat manusia. Yang di berbagai sisi ada dimensi-dimensi keterbatasan. Seperti sekarang dianjurkan untuk bagaimana menjaga kesehatan dengan makan, minum yang penuh nutrisi bervitamin, makan teratur, istirahat teratur, dan kerja juga teratur. Saya kira ini adalah produk-produk saintifik yang tidak perlu kita ragukan dari aspek-aspek kepercayaan yang kita miliki itu.

 

Dr. KH. Zainal Abidin, M. Ag lebih lanjut menjelaskan yang kedua kepercayaan itu juga berdimensi empirik pengalaman para mitra ketika para mitra telah dilanda virus itu, sehingga para mitra yang telah dilanda itu berucap dengan sejumlah pengalaman yang dialami terutama bagi mereka yang bisa segar kembali dan sehat kembali. Bahkan bagi mereka yang sudah tutup usia karena gara-gara korona itu pun menjadi catatan penting bagi kita. Bahwa satu demi satu teman-teman kita termasuk warga keluarga besar kampus UIN telah menghadap Allah. Allahumma firlahum warhamhum wa'afihi wa'fu Anhu Wa akrim nuzulahu Wa wassi' makholaq.

 

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung melanjutkan penjelasaannya mengenai kepercayaan yang ketiga yang perlu kita bangun mengenai kebijakan-kebijakan pemerintah.

 

"Yang ketiga kepercayaan yang kita bangun itu berkaitan dengan kebijakan-kebijakan, dalam hal ini pemerintah yang berkuasa. Anjuran tentang bermacam-macam M tidak perlu kita sia-siakan. Dan patut kita apresiasi dalam batas-batas kita, apalagi menghadapi kerumunan-kerumunan itu jumlah orang yang banyak yang tidak jelas tujuannya. Hal ini menjadi perdebatan masuk masjid ini masuk ke kerumunan atau tidak. Persepsi itu silakan berkembang tetapi jangan berakibat kemudian saling menyalahkan diantara kita" pungkasnya.

 

Lebih lanjut Dr. KH. Zainal Abidin, M. Ag menjelaskan kebijakan pemerintah yang perlu dikompromikan untuk kebutuhan masyarakat.

 

"Ada kebijakan pemerintah yang barangkali ini perlu dukungan banyak pihak. Apa artinya gembar-gembor covid, gembar-gembor masker, menjaga jarak, menjaga kerumunan dan macam-macam. itu kalau pemerintah juga tidak pernah berfikir untuk bagaimana mencukupi masyarakat, dana makan-minum yang bergizi yang penuh nutrisi itu butuh masukan dan butuh biaya yang tidak sedikit. Di rumah sakit-rumah sakit butuh fasilitas, di rumah-rumah orang isoman itu butuh fasilitas. Dan ini juga menjadi persoalan kontroversial antara kepentingan ekonomi di satu sisi dan kepentingan kesehatan masyarakat di pihak lain. Bagaimana mengkompromikan itu adalah sudah kewenangan wilayah kebijakan pemerintah termasuk lembaga-lembaga yang ada di bawah naungan pemerintah ini, termasuk kampus kita." Ungkapnya lebih lanjut.

 

Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu menjelaskan bahwa pihak kampus untuk terus melakukan pendekatan-pendekatan bagaimana kebijakan itu diambil supaya tidak terlalu banyak mengambil resiko.

 

"Maka kecerdasan pihak kampus untuk terus melakukan pendekatan-pendekatan bagaimana kebijakan itu diambil supaya tidak terlalu banyak mengambil resiko, jadi wilayah diskusi kita dan itu harus berakhir kan sebuah kebijakan yang sangat bijaksana. Ini dari pendekatan kepercayaan tetapi yang lebih penting bagi kita kepercayaan itu harus dikembangkan menjadi kepercayaan kedua yaitu menjadi keyakinan. Keyakinan itu pasti berkaitan dengan kualitas keberagamaan kita. Untuk kepercayaan seperti tadi orang boleh ragu, orang boleh berdiskusi, orang bisa berdebat, orang bisa melakukan seminar simposium atau apapun namanya, tetapi kalau sudah urusan keyakinan dimana kepercayaan ditarik lagi keatas menjadi sebuah keimanan yang sarat disitu adalah keyakinan yang sarat disitu adalah aqidah kita tidak boleh ragu-ragu" , ujar Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi, UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

 

Dr. KH. Zainal Abidin, M. Ag lanjut menjelaskan mengenai keyakinan tidak perlu kita ragu-ragu dan jaga dengan dua kepercayaan yaitu satu kepercayaan yang lebih kita tumbuhkan adalah keyakinan keimanan. Yang kedua tentu saja dari aspek-aspek keluarga kita termasuk keluarga besar kampus ini.

 

"Kalau yang tadi kepercayaan yang kita sebutkan, silakan orang bisa ragu tapi soal keyakinan tidak perlu kita ragu-ragu. Mintalah kepada Allah agar kita segera diselamatkan dari wabah yang selalu ganas menyerang kita semua. Mudah-mudahan utusan Allah itu segera kembali kepada Allah. Tetapi Allah akan mengingatkan bahwa sepanjang manusia lengah dan tidak sadar kepada Allah, Allah akan terus memberikan ujian-ujian yang sangat berat. Itulah sebabnya kita dituntut untuk menjaga, memelihara diri kita. Kita jaga dengan dua kepercayaan tadi dan satu kepercayaan yang lebih kita tumbuhkan adalah keyakinan keimanan. Yang kedua tentu saja dari aspek-aspek keluarga kita termasuk keluarga besar kampus ini", ujar Dr. KH. Zainal Abidin, M. Ag. Jum'at(30/07/2021)  

                                                                                                                                                       

reporter : Maghrisul Akhiroh Syam

mahasiswi UIN Sunan Gunung Djati Bandung

                                                

 

Sent from Mail for Windows

 

×
Berita Terbaru Update