Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Meneladani Akhlak Nabi Sebagai Bekal Membangun Pribadi yang Unggul

Minggu, 31 Oktober 2021 | Oktober 31, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-31T12:10:39Z

Dakwahpos.com—Purwakarta, Memperingati Hari Besar Islam Maulid Nabi Muhammad, tepat di bulan Hijriyah 12 Rabiul Awwal, jatuh pada tanggal 19 Oktober 2021. DKM al-Mubarok menghadirkan Ustad Nafis sebagai pengisi ceramah di masjid yang terletak di Kabupaten Purwakarta ini. Bertema "Meneladani Akhlak Nabi Sebagai Bekal Membangun Pribadi yang Unggul", dengan tetap mematuhi protokol kesehatan yang baik. (31/10/21)

Laksana batu permata, manusia luar biasa, serta utusan Allah Swt yang mulia yaitu Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam yang pada tiga belas abad lalu meninggalkan umatnya. Namun pengaruh dalam peradaban tidak pernah padam sebagai suri tauladan yang kuat dan tercatat dalam al-Qur'an serta hadis-hadisnya.

Dalam kesempatan itu, Ustad Nafis memaparkan bahwasannya akhlak kepada Nabi Muhammad Saw merupakan konsekuensi logis dari akhlak kepada Allah Swt. Salah satu keistimewaannya adalah misi risalah Nabi Muhammad tidak terbatas pada umat atau bangsa tertentu, melainkan meliputi semua umat manusia (rahmatan lil'alamin). Semua umat yang hidup pada masa nabi yang terakhir ini hingga tibanya hari akhir nanti wajib mengikuti syariat yang dibawa Nabi Muhammad Saw.

"Berakhlak terhadap Nabi Muhammad merupakan salah satu pilar keyakinan (iman) dalam Islam. Banyak cara yang harus dilakukan dalam rangka berakhlak kepada Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam adalah mencintai dan memuliakannya, taat dan patuh kepadanya, serta mengucapkan shalawat dan salam kepadanya. Namun, yang paling penting dari semua itu adalah meneladaninya dalam kehidupan sehari-hari", ujarnya.

Beliau lanjut menyampaikan bagaimana cara menjadikan Nabi Muhammad Saw sebagai teladan yang baik bagi kita. Yang pertama, yakni dengan perbanyak membaca sholawat. Kapan pun dan dimana pun usahakan untuk selalu mengucap shalawat. Sedang masak, sedang belajar, atau apapun itu guna menjadi insan yang dekat dan berkah dengan syafaat.

Ia menambahkan, poin kedua dalam sikap meneladani Rasul Allah bisa dengan menjalankan sunah-sunah Nabi Muhammad Saw dalam kehidupan. Sunah Nabi Muhammad Saw banyak sekali. Mulai dari bangun tidur sampai dengan tidur lagi. Dari ngurus keluarga sampai dengan ngurus negara. Mari kita hidupkan sunah-sunah beliau kalau memang ngaku cinta padanya. "Kalau sudah cinta sama Nabi, insyaAllah bareng sama beliau di surganya Allah".

Dengan segala kesibukannya, kadang kala manusia merasa kegiatannya lebih banyak dari waktu yang ada, sehingga untuk mengamalkan isi dan mentadaburi al-Quran sebagai poin ketiga ini banyak dikesampingkan. Tak dapat dipungkiri, bahwa kita sebagai muslim sering kedapatan sibuk akan hal duniawi. Padahal jika akhirat dicari, maka dunia mengikuti. Lalu Ustad Nafis memberikan sebuah hadis berisi "Iqraul qur'an fainnahu ya'ti yaumal qiyamati syafi'an liasbihi", yang artinya bacalah al-Quran, sungguh akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa'at bagi pembacanya. Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim.

Langkah lain untuk meneladani akhlak nabi yaitu, ta'alluq yang berarti keterkaitan. Caranya ialah dengan mempelajari pribadi dan sifat-sifat Rasulullah, memahami sejarah hidup-Nya, mengkaji buku maupun sirah-sirah nabawiyah, dan banyak hal lain yang bisa kita amalkan.

"Saudara, mari sambut dengan suka cita dan bahagia hadirnya bulan Rabiul Awwal ini. Dengan harapan dibahagiakan oleh Allah subhanahu wataala, dimudahkan menjalani sunah-sunah-Nya, menjadi insan yang unggul dalam kebermanfaatan bagi banyak umat, serta termasuk dalam barisan Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasallam. Aamiin, Shollu 'alan Nabi", doa beliau sekaligus penutup dari ceramahnya.

 

Reporter: Nusyaibah Iskandar

Mahasiswi KPI Semester 3 UIN SGD Bandung

×
Berita Terbaru Update