Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Memelihara Ibadah dan Menjaga Sunnah Rasul

Minggu, 24 Oktober 2021 | Oktober 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-24T12:43:59Z

Dakwahpos.com,Bandung – DKM Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan kegiatan kultum bakda salat Isya, Rabu(7/9/2021). Kegiatan kultum kali ini diisi oleh Dr. H. Mujiyo Nurkholis, M.Ag, yang mengangkat sebuah tema yaitu "Memelihara Ibadah dan Menjaga Sunnah Rasul.

"Abu Hurairah pernah dipesankan oleh Rasul 'jangan pernah meninggalkan salat witir!' maka Abu Bakar diriwayatkan setelah salat Isya melakukan salat Isya beliau selalu melaksanakan salat 3 rakaat, 2 ba'diyah, dan 1 witir". Ujar Dr. H. Mujiyo Nurkholis.

Hal ini mengajarkan kepada kita bahwasanya Rasul menjadi uswatun hasanah bagi kita semua dalam memelihara salat fardu maupun sunah. Istikamahnya Rasul menjalankan salat witir adalah hal yang wajib dicontoh bagi seluruh pengikut nabi terakhir yang diutus oleh Allah.

Lalu pemateri manyampaikan bahwa Rasulullah SAW bersabda "Barangsiapa menghidupkan sunahku maka pertanda ia mencintaiku dan barangsiapa mencintaiku akan bersamaku di surga".

Hadis tersebut menjadi bukti bahwa siapapun yang menjaga sunah Rasul maka tempatnya di surga. Memelihara Ibadah dan menjaga sunah menjadi satu kesatuan bagi umat muslim. Ibadah wajib dipelihara dan dijaga sebab di surga, amalan yang pertama kali ditanyakan adalah salat.

"Pada qiamulail, Rasulullah SAW salat di masjid selama empat hari dan ternyata diikuti oleh para sahabat, 3 malam berturut-turut maka di malam ke-4, Rasul tidak salat di masjid, lalu para sahabat dengan banyak bicara dan berkata 'asholah,asholah,asholah' Rasul tetap tidak keluar dari rumahnya, lalu saat salat Subuh, Rasul berkata 'aku tahu kalian berkata begini dan begitu tapi sungguh aku khawatir apabila salat atau qiamulail diwajibkan atas kalian'".

Sabda Rasul tersebut menjadi panduan bagi kita semua bahwasanya sunah adalah sesuatu yang dianjurkan bukan wajib. Kita diwajibkan untuk menjaga sunah bukan berarti hukumnya menjadi wajib. Kita tidak dapat mengakatan seseorang berdosa karena meninggalkan sesuatu yang sifatnya sunah sebagaimana yang Rasul contohkan kepada para sahabat.

Semoga kita selalu senantiasa memelihara ibadah dan menjaga sunah rasul dan menjalankannya dengan istikamah semata-mata karena rida dari Allah SWT.


Reporter: Ahmad Zaydan
Mahasiswa KPI 3 A UIN Sunan Gunung Djati Bandung
×
Berita Terbaru Update