Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Makna Istilah Tholabul Ilmi Hingga ke Negeri Cina

Minggu, 31 Oktober 2021 | Oktober 31, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-31T02:53:50Z

Dakwahpos.com, Bandung- DKM Masjid Asy-Syifa Bandung rutin adakan kegiatan Kajian dengan bahasan Tholabul Ilmi (menuntut ilmu), Nikah, dan Khitbah pada Kamis malam Jumat. Pelaksanaan kajian berjalan dengan kondusif dan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

 

Pengajian di hari Kamis (28/10/2021) disampaikan oleh Ustadz Sulaiman dan dihadiri oleh masyarakat di sekitar masjid. Dalam bahasannya, Ustadz Sulaiman mengungkapkan bahwasanya setiap muslim harus Tholabul Ilmi (menuntut ilmu)."Sampai ada istilah 'Tuntutlah Ilmu sampai ke Negeri Cina'. Mengapa Cina? Padahal masyarakatnya banyak yang tidak menganut ajaran Islam. Tidak sedikit pula yang tidak beragama," ujar Ustadz Sulaiman.

 

"Jarak wilayah yang jauh menujukkan bahwa seorang Muslim tidak boleh cepat puas dengan ilmu yang telah dimilikinya. Harus menuntut ilmu hingga ke tempat yang jauh sekalipun." Pungkasnya.

 

Ustadz Sulaiman lebih lanjut memaparkan bahwa seseorang yang sedang tholabul ilmi sejam saja, lebih baik daripada seseorang yang beribadah semalaman. Hablun minallah (hubungan kepada Allah) dan hablun minannas (hubungan kepada sesama manusia) merupakan bagian dari tholabul ilmi. Lagipula sekarang ilmu telah dzahir, telah terbuka. Mudah diakses.

 

"Dikatakan bahwa saat masa Nabi Sulaiman, beliau diperintah untuk memilih tiga hal: harta, ilmu, atau kerajaan. Dan ternyata Nabi memilih ilmu. Karena pertimbangannya, Allah memberinya harta, ilmu, dan juga kerajaan karena mempercayai Nabi Sulaiman," ungkap Ustadz Sulaiman.

 

Setelah memaparkan pentingnya menuntut ilmu, Ustadz Sulaiman menegaskan bahwa dalam pernikahan, harus dilakukan secara dzahir (jelas). Tidak boleh sembunyi-sembunyi. Apalagi sampai tetangga tidak mengetahuinya.

 

"Kalau khitbah, tidak boleh disebar-sebar. Cukuplah sebagai 'cirian' (sebagai tanda). Bukan berarti telah khitbah berarti telah bebas. Berbeda dengan nikah," katanya, "Perhatikan putra-putri Bapak Ibu, ingatkan perbedaan hal ini."

 

Ustadz Sulaiman tidak luput mendoakan agar masyarakat terutama seorang Muslim tetap dalam tholabul ilmi, dan dijauhkan dari dosa baik kecil maupun besar.

 

Reporter: Alivva Rahmani, mahasiswi KPI semester 3, UIN Sunan Gunung Djati Bandung

×
Berita Terbaru Update