Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Keutamaan Akhlak Mulia

Minggu, 31 Oktober 2021 | Oktober 31, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-31T02:48:10Z

Karawang, Dakwahpos.com- Pada hari jumat semua masjid yang ada di Indonesia pasti mengadakan salat jumat berjamaah, sama seperti yang dilakukan di masjid Al-Hikmah, yang berada di dusun Kamisah kabupaten Karawang. Pada hari jumat kali ini khotib yang akan berbicara di mimbar adalah ketua DKM masjid Al-Hikmah Ust. Acan Nurhasan.

Setelah berkumandangnya adzan yang kedua, Ust. Acan Nurhasan dengan sigap dan tegap berdiri menghadap para jemaah salat jumat sekalian, beliau membuka khutbahnya dengan membaca sholawat kepada Nabi, membaca puji-pujian kepada allah dan mengingatkan kepada seluruh jemaah agar selalu bertakwa kepada Allah.

Di dalam khutbahnya beliau menyampaikan bahwasannya setiap manusia yang normal, yang mempunyai motivasi dan ambisi yang tinggi pasti menginginkan yang namanya kesempurnaan dan kemuliaan.
" hadirin Jemaah jumat yang rahmati oleh Allah, jika kita merenungkan dan memikirkan keinginan yang ada di dalam diri kita masing-masing, kita akan mengakui, bahwa setiap manusia yang kecil maupun yang besar pasti mengharapkan kesempurnaan dan kemuliaan, seperti itulah harapan sebagian besar manusia yang normal pemikirannya"

Lalu beliau menyampaikan bahwasannya kemuliaan yang manusia itu harapkan tidak akan pernah tercapai, bisa jadi karena salah langkah atau salah tujuannya. Karena jika kita benar dalam langkahnya dan lurus tujuannya, kemuliaan itu tidak perlu kita kejar, karena akan datang dengan sendirinya.
" namun sayangnya kemuliaan itu dikejar malah semakin jauh, ditunggu malah menjadi diam, bisa jadi penyebabnya karena kita salah melangkah juga salah dalam tujuan, karena jika kita tulus melangkah dan lurus tujuannya, maka kemuliaan itu tidak perlu dikejar, karena akan datang dengan sendirinya".

Kemudian, beliau membacakan sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Bukhori, yang menerangkan bahwa Rasulullah SAW diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia yang dikuatkan oleh Qs. Al-Ahzab ayat 25
"إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ"
Artinya: "Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik." [HR. Ahmad, Bukhari]
لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِيْ رَسُوْلِ اللّٰهِ اُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنْ كَانَ يَرْجُوا اللّٰهَ وَالْيَوْمَ الْاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيْرًاۗ
Artinya: "Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah."

Kemudian beliau menjelaskan tentang hadis dan ayat Quran diatas, beliau mengatakan bahwa Rasul diutus adalah untuk menyempurnakan Akhlak manusia, dan rasul adalah orang yang mulia yang selalu jujur, tidak pernah sombong dengan begitu kita bisa faham, bahwa rosul adalah orang yang berakhlak mulia, karena tidak mungkin orang yang berakhlak buruk diutus Allah untuk menyempurnakan akhlak manusia, lalu kita bisa melihat dan mendengar bagaiman mulia nya seorang rosul dengan akhlaknya.
" Allah mengutus rasulullah SAW, untuk menyempurnakan akhlak manusia, bukan hanya memperbaikinya tapi juga menyempurnakannya, jadi tidaklah mungkin rasulullah yang diutus untuk menyempurnakan akhlak, namun mempunyai akhlak yang buruk. Yang harus kita perhatikan baik-baik adalah mencontoh beliau dan ikuti akhlakul karimah yang beliau contohkan, karena kita bisa menilai baik dan buruknya budi seorang manusia, hanya dari akhlaknya, kita pun bisa melihat dari kisah-kisah rasulullah dengan akhlaknya yang mulia beliau bisa membawa manusia menuju zaman yang penuh dengan kebaikan dan tentunya dengan akhlakul karimah yang beliau miliki beliau telah sampai pada kemuliaan." Lalu beliau menutup khutbah pertama.

Kemudian beliau menyampaikan khutbah kedua yang berisi, seruan untuk bertakwa, beribadah kepada allah, solawat dan ditutup dengan doa.

Jadi pada dasarnya khutbah Ust. Acan Nurhasan. Membimbing kita untuk selalu mencontoh akhlakul karimah yang selalu rasul contohkan, agar kita bisa menjadi manusia yang mulia dan bermanfaat bagi orang lain.


Azhar Nuryadin
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung




×
Berita Terbaru Update