Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kehidupan Dunia dan Akhirat Bukan Tempat Bermain-main dan Senda Gurau

Minggu, 24 Oktober 2021 | Oktober 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-24T12:40:11Z

Dakwahpos.com, Bandung- DKM Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan kegiatan kultum ba'da salat zuhur, Kamis (02/09/2021). Kegiatan yang di isi oleh Ust. Ahmad Zaedi Dahlan, M.Pd.I ini dengan judul "Bersenda Gurau Vs Bermain-main".

Dalam kultumnya beliau menyampaikan bahwa mengenai kehidupan dunia dan akhirat yang berkaitan dengan senda gurau dan bermain-main.

"Pada kesempatan ini seperti biasa diadakan kultum setelah shalat dzuhur. Kalau direnungkan usia kita terus berlanjut dan maju, tetapi masih terasa tetap muda", ujar dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan ini.

Ust. Ahmad Zaedi Dahlan lebih lanjut menjelas mengenai kajian Balagatul Qur'an, mengenai tabdimul kalimah. Dalam kajian ini menjelaskna bahwa dalam al-Qur'an dibahas mengenai apa yang terlebih dahulu dikedepankan dan juga menjelaskan apa yang di akhirkan.

"Dalam hal ini di jelaskan tentang laibun dan lahwun, laibun itu bermain-main dan lahwun itu bercanda gurau. Sebagaimana kata laibun menceritakan mengenai kehidupan di dunia, sedangkan kata lahwun menceritakan tentang kehidupan setelah kiamat", ungkapnyya lebih lanjut.

Dosen UIN Sunan Gunung Djati ini juga menjelaskan dalam al-Qur'an surat al-Munaafiqun ayat 9. Mengenai orang-orang yang beriman "laa tulhikum" janganlah terperdaya,    jangan terlena, dan jangan bersanda gurau. "latulhikum" apa yang menjadikan kamu bersenda gurau, "anwaalukum" harta kalian "wa laa aulaadukum" anak-anak kalian.

"Kehidupan manusia itu diawali dengan bermain-main dan diakhiri dengan bersenda gurau. Banyak diantara kita menaungi kehidupan dengan bermain-main, sifat dari permainan itu sendiri bia disebut menyenangkan. Dan ketika kita menghadapi kehidupan akhirat banyak bercanda gurau atau tidak serius", ujarnya.

Ust. Ahmad Zaedi Dahlan juga menjelaskan dunia disandarkan pada kehidupan anak kecil, karena kehidupan di dunia ini sangat singkat seperti halnya pertumbuhan anak-anak. Sedangkan kehidupan akhirat disandarkan pada usia remaja, karena masa remaja ini dirasakan oleh orang-orang sangat lama sama halnya dengan kehidupan di akhirat.

"Maka dengan demikian berwaspadalah pada jalan kehidupan di dunia, jangan terlalu banyak bermain-main. Dan jangan jadikan urusan akhirat sebagai senda gurauan karena kehiduppan di akhirat itu kekal adanya. Alloh menegur kepada kita jangan sampai harta dan anak memalingkan kita untuk senantiasa berdzikir kepada Alloh", pungkasnya dalam Channel Yutube Mesjid Ikomah.

Reporter : Keukeu Eva Fitriani
Mahasiswi  KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

×
Berita Terbaru Update