Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Iman Itu Bisa Bertambah, Bisa Juga Berkurang

Minggu, 24 Oktober 2021 | Oktober 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-24T12:38:45Z

Dakwahpos.com, Bandung - Masjid Ikomah adalah salah satu masjid di Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung. Di masjid tersebut sering diadakan kegiatan rutinan kultum sebelum dilaksanakannya salat zuhur. Kegiatan Kultum ini dibawakan oleh Ustaz Ahmad Zaeni Dahlan, M.PD.I., beliau mengangkat sebuah tema yaitu "Training Ramadhan dan Keimanan".

Yang dibahas kali ini ialah surah Al-Baqarah ayat 183. ""Ya ayyuhalladzina amanu" Ini berkenaan sekali bahwa keimanan seseorang itu senantiasa naik turun. Ini dipertegas oleh ayat Allah SWT dalam surah yang lain "huwalldzi anzala tsaqinata fikulubil mukminin liaz dadu imannam ma'a imanihim" Agar bertambah keimanan mereka bersama keimanan yang sudah ada di dalam diri. Maka pantaslah  kalau ada sebuah perkataan "Al imanu yazidu wayan qush" Iman itu bisa bertambah, bisa juga berkurang. "Yazidu bitto'ah wayan khusu bil ma'siyah". Bisa bertambah dengan mengkonsistenkan, mengistiqomahkan diri kita dengan ketaatan kepada Allah, bisa berkurang manakala senantiasa melakukan maksiat". Ujar Ustaz Ahmad.

Puasa di bulan Ramadan ini kita perhatikan hampir semua orang memang banyak beramal saleh, coba saja bayangkan bukti nyata sebelum bulan Ramadan atau selain bulan Ramadan sepertinya jarang kita melaksanakan salat Witir tiga rakaat. Tapi di bulan Ramadan pastilah salat Witir 3 rakaat, mau yang tarawihnya yang 8 rakaat pasti diakhiri dengan Witir 3 rakaat, yang tarawihnya 20 rakaat juga diakhiri dengan Witir 3 rakaat. Bahkan mungkin diantara kita banyak juga yang kalau sebelum bulan Ramadan bangun tidur itu ketika mendengar kumandang azan, tapi kalau bulan Ramadan sebelum azan pun sudah bangun, kenapa? Karenakita ingin makan, paling tidakkan mau sahur. Berarti keimanan kita itu bisa meningkat di bulan Ramadan. Apa sebabnya? Sebab ketaatan memang sangat kita perhatikan.

"Di bulan Ramadan ini banyak orang disana-sini membaca Al-Qur'an, bahkan kalau tidak tamat sama sekali saja sungguh keterlaluan. Berarti memang Ramadan ini adalah momentum untuk senantiasa meningkatkan keimanan dengan cara memperbanyak ketaatan kepada Allah SWT, pantaslah Allah menggunakan kalimat "Ya ayyuhalladzina amanu" bukan "Ya ayyuhal mukminun" Karena keimanan seseorang bisa naik bisa turun. Naik dengan ketaatan, turun dengan kemaksiatan." Pungkasnya.

Ustaz Ahmad menjelasan "Oleh karena itu mari kita gunakan momentum Ramadan ini sebaik mungkin, bahkan jangan sampai karena kita sedang berpuasa kita bicara "ah nanti aja ngebohongnya kalo udah malem pas udah buka" Misalnya. Karena biasanya kalau lagi puasa agak takut kalau berbohong. Jangankan orang yang sudah balig seperti kita yang sudah mengetahui hukumnya, anak kecilpun ketika Ramadan ini ketika sedang bercanda atau bermain, tiba-tiba temennya berbohong, apa kata dia? "Eh kamu ngebohong batal puasanya" Biasanya bohongnya tidak jadi. Apa sebab? Sebab dia ingin puasanya sempurna. Jangan sampai batal secara hukum fikihnya puasa itu sendiri, ataupun batal secara pahalanya."

Dengan demikian Allah mengetahui dan Rasulullah sayang sekali kepada umatnya agar di bulan Ramadan ini penuh dengan ketaatan kepada-Nya, tidak hanya di siang hari saja tapi di malam hari pun penuh dengan ketaatan. Maka ada dua hadis yang redaksinya hampir sama hanya satu kata yang berbeda.
 
Pertama adalah "Mansoma romadhona imanan wahtisaban ghufirolahu ma taqadama minzambihi" Barangsiapa yang berpuasa berarti orang ini ketika di siang hari, karena puasa hanya di siang hari. "Iman nan wahtisaban" Melakukan puasanya dengan iman dan penuh penghayatan, "Ghufirallahumma taqadda ma minzambihi" Maka akan diampuni dosanya yang telah berlalu.

Kedua, khawatir dimalam harinya sudah tidak puasa, nanti kejelekan atau ketaatan berkurang maka ada hadits lain "Man koma Romadhona" Sama persis sekali hadis ini, hanya beda yang pertama "Man shoma Romadhona imanan wahtisaban ghufirolahu ma taqadama minzambihi" Itu untuk di siang hari, untuk malam harinya "Man koma Romadhona imanan wahtisaban ghufirolahu taqadama minzambihi" Barang siapa yang menghidup- hidupkan, "koma" disini melaksanakan salat tarawih shalat tahajud dan melaksanakan amaliah-aliah yang lainnya di malam hari, "Imanan wahtisaban" Karena iman dan penuh penghayatan, ghufirolahuma ta kodama minzambihi" Maka Allah mengampuni dosa-dosanya yang sudah berlalu, maka tidak ada ruang dan waktu untuk di bulan Ramadan ini untuk tidak taat kepada Allah SWT karena Ramadan merupakan waktu yang efektif untuk training dalam meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT. Ungkapnya.

Reporter: Raghib Musoffa Kamil KPI 3/C
×
Berita Terbaru Update