Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berpisah Dengan Ramadhan Tapi Tidak Dengan Ajaran-ajarannya

Minggu, 24 Oktober 2021 | Oktober 24, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-24T05:42:15Z

Cimahi, Dakwahpos.com - DKM Ikomah UIN Sunan Gunung Djati Bandung mengadakan kegiatan rutinan Kultum. Kegiatan Kultum yang diadakan pada hari Kamis (10/6/2021) diisi dengan ceramah dari Ustadz Babay Suhaemi, M.Ag yang juga merupakan Dosen Fakultas Ekonomi Dan Bisnis Islam di UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Dalam ceramah yang disampaikan beliau membahas mengenai berpisahnya kita dengan tamu agung yang penuh rahmat, maghfirah dan pembebasan api neraka yaitu bulan suci Ramadhan.

Ustadz Babay Suhaemi, M.Ag menyampaikan di dalam Qur'an surat Al-Baqarah ayat 185, Allah memberikan tuntunan bahwa hendaklah sempurnakanlah bilangan puasa mu secara kuantitas dan kualitas. Ajaran dan nilai-nilai yang ada di bulan Ramadhan jangan sampai luntur dari kehidupan kita. 

"Sempurnakan bilangan puasamu secara kuantitas tapi juga sempurnakan bilangan puasa secara kualitas. Alhamdulillah puasa memang sudah meninggalkan kita. Ramadhan telah berpisah dengan kita tapi, ajaran-ajaran yang diajarkan oleh Ramadhan jangan sampai ikut kendor, jangan sampai ikut luntur. Ramadhan nya telah pergi, tapi ajaran-ajaran tetap
dihati kita". Ujar Ustadz Babay Suhaemi, M.Ag

Ustadz Babay Suhaemi, M.Ag melanjutkan bahwa Ramadhan begitu banyak mengajarkan kita untuk mencintai Al-Qur'an. Maka sampai saat ini kita juga harus tetap mencintai Al-Qur'an. Ramadhan juga mengajarkan kita menjadi orang-orang yang berjama'ah dan memakmurkan masjid. Maka sampai sekarang kita pun harus tetap berma'ah dan memakmurkan masjid. Infaq, shadaqah dan zakat yang diajarkan Ramadhan yang membuat kita memiliki kepekaan terhadap sosial yang sangat tinggi. Maka meski kita telah berpisah dengan bulan Ramadhan, tetapi jangan sampai kepekaan sosial kita juga ikut meninggalkan kita. 

"Dengan begitu, artinya kita menyempurnakan bilangan puasa secara kuantitas dan juga secara kualitas". Ujar Ustadz Babay Suhaemi, M.Ag

Setelah kita menyempurnakan puasa secara kuantitas dan kualitas, kemudian kita mengagungkan Allah dengan kalimat takbir yang dikumandangkan dari masjid ke masjid, dari kampung ke kampung. Karena tanpa hidayah yang Allah berikan kepada kita maka kita tidak akan bisa menyempurnakan puasa kita.

"Kenapa kita harus membesarkan Allah? Karena Allah telah memberikan hidayah kepada kita. Karena tanpa hidayah dari Allah sulit bagi kita menyempurnakan puasa kita". Ujar Ustadz Babay Suhaemi, M.Ag

Maka dari itu kita sebagai umat muslim meskipun telah berpisah dengan bulan suci Ramadhan tapi kita jangan sampai melupakan nilai dan ajaran-ajaran yang kita terapkan di bulan suci Ramadhan. 


Reporter : Novi Nurhikmah KPI-C Semester 3
×
Berita Terbaru Update