Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Khutbah Jum’at Angkat Tema Ulama di Masjid Amaliah Ciawi Bogor

Senin, 14 Desember 2020 | Desember 14, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-14T02:26:47Z

Dakwahpos.com, Bogor - Khutbah Shalat Jum'at pada (11/12/2020) di Masjid Raya Amaliah yang terletak di Jl. Amaliah RT 005/004 Kec. Ciawi, Kab. Bogor, Jawa Barat. Masjid yang berada di kawasan Yayasan Pendidikan Swasta Amaliah Ciawi Bogor ini diisi oleh salah satu Da'i Penceramah yang berprofesi sebagai Guru Pendidikan Agama Islam di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Amaliah Ciawi Bogor, yaitu Ustad Mukhlisin, S.Pd.I. Khutbah beliau mengangkat tema tentang Ulama.

Dalam pembukaan khutbah, beliau mengutip ayat mengenai posisi ulama sebagai hamba Allah Subhanahu Wata'ala yang senantiasa takut kepada-Nya, dengan kutipan ayat dari surat Fathir ayat 28.

"Ulama adalah mereka yang takut kepada Allah Subhanahu Wata'ala karena sesuai dengan surat Fathir ayat 28 إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ  yang artinya "Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya hanyalah para Ulama, sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Pengampun" Ujar beliau.

Lalu dilanjutkan dengan penjelasan mengenai para Ulama adalah pewaris dari para Nabi Allah Subhanahu Wata'ala ketika beliau mengutip dalil hadits yang diriwayatkan oleh Sunan Abu Dawud, juga beliau mengatakan ulama mewarisi khusnul adab dari para Nabi.

"Hadirin Jami'atan Rakhimakumullah, Ulama itu adalah pewaris para nabi, karena sesuai dengan hadits Sunan Abi Dawud yang artinya "Sesungguhnya ulama adalah pewaris Nabi". Ulama Sebagai pewaris para nabi, mereka mewarisi adab dan perilaku yang mulia" Cakap Beliau.

Ustad Mukhlisin S.Pd.I yang sering disapa Pak Mukhlis juga memperingatkan bahwa jika kita sebagai umat islam tidak boleh mengotori ulama dengan cara menghardik, mencela, dan melecehkan para ulama karena itu adalah salah satu dosa besar. Maka dari itulah harus dijaga martabat kehormatannya.

"Kita tidak diperbolehkan mencela, melecehkan bahkan menghardik mereka para ulama, jika hal itu terjadi maka ini adalah dosa besar jika kita melakukannya dan kita harus menjaga martabat dan kehormatan para ulama kita". Ujarnya.

Lebih lanjut beliau pun mengajak kepada para Jamaah untuk selalu senantiasa mendukung para ulama dalam menyampaikan kebenaran dan mentaati aturan dari Pemerintah juga.

"Hadirin Jami'atan Rakhimakumullah, kita harus selalu mendukung ulama dalam menyampaikan kebenaran, juga tidak seenaknya di Negara ini untuk melakukan apapun karena ada peraturan yang harus diperhatikan" Ujarnya lagi.

Ketika Reporter bertanya mengenai mengapa beliau mengangkat tema tentang ulama, Pak Mukhlis menjelaskan bahwa hal itu berkaitan dengan berita akhir-akhir ini yang melibatkan para ulama yang ada di Indonesia.

"Akhir akhir ini, kabar yang sedang hangat dibicarakan merupakan terkait dengan ulama. saya mengingatkan kembali kepada umat untuk bagaimana seharusnya sikap kita sebagai umat islam kepada para ulama kita khususnya di negara kita ini". Pungkasnya.

Reporter: Aditya Tirta Lukmana.
×
Berita Terbaru Update