Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Minggu, 06 Desember 2020 | Desember 06, 2020 WIB | 0 Views Last Updated 2020-12-07T07:47:42Z
Asaalamualaikum wr wb

Nama          : Muthi amrullah harahap
Jurusan      : Komunikasi Penyiaran Islam
Universitas: UIN sunan gunung djati Bandung

Wassalamualikum wr wb
Tujuan untuk mengikuti lomba Dakwah digital


KAJIAN TENTANG KEUTAMAAN TAKUT KEPADA ALLAH 

     
   Rasa takut ini akan mendatangkan keutamaan dan manfaat dalam kehidupan  manusia. Diantara beberapa poin telah kita sebutkan pada kajian sebelumnya yaitu mendapat jaminan surga. Allah subhanhu wa ta'ala berfirman:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ ﴿٤٦﴾

"Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga." (QS. Ar-Rahman [55]: 46)
Allah subhanahu wa ta'ala menjanjikan surga kepada orang-orang yang takut pada saat dia menghadap kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Keutamaan yang lain dari rasa takut kepada Allah adalah mendapatkan ampunan Allah subhanahu wa ta'ala. Allah berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ يَخْشَوْنَ رَبَّهُم بِالْغَيْبِ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ ﴿١٢﴾

"Sesungguhnya orang-orang yang takut kepada Tuhannya Yang tidak nampak oleh mereka, mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar." (QS. Al-Mulk [67]: 12).
   Ketika tidak ada yang menyaksikan mereka kecuali Allah subhanahu wa ta'ala, mereka takut kepada Allah. Sebagian orang bebas melakukan dosa ketika tidak ada orang-orang yang melakukan. Namun dia malu berbuat dosa ketika dia berada ditengah keramaian. Orang yang takut kepada Allah tidak akan berbuat dosa baik dia ditengah keramaian, maupun dikala dia seorang diri. Karena dia takut kepada Allah yang tidak terlihat oleh matanya. Tapi dia takut kepada Allah yang Maha Mengawasi dan Maha Mendengar

   Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga menceritakan tentang orang yang takut kepada Allah subhanahu wa ta'ala. Dia takut akan pertemuan dengan Allah subhanahu wa ta'ala. Sehingga dia memwasiatkan keluarganya apabila dia mati untuk mengumpulkan kayu bakar, menyalakan api yang besar, hingga dia menjadi debu kemudian debu itu disebarkan ke lautan pada saat hari bertiup angin kencang. Dia merasa bahwa dengan cara seperti itu, Allah tidak merangkainya kembali menjadi manusia. Ketika Allah bertanya kepadanya seperti itu, dia menjawab karena dia takut kepada Allah. Maka Allah mengampuninya
×
Berita Terbaru Update