x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Tersebarnya Disinformasi Berita Cermin Literasi Digital Rendah

Oleh : Naura Fatha Larasati

Era digital yang serba mudah dan cepat ini memang sudah tidak diragukan lagi manfaatnya. Semua hal bisa kita lakukan dengan modal perangkat digital dan internet. Siapa saja bisa mencari informasi hanya dengan hitungan detik. Namun dibalik manfaatnya, dunia digital mampu memberikan efek negatif bagi penggunanya. Contohnya adalah disinformasi berita yang masih banyak beredar. Kemudian disinformasi berita ini bisa membuat resah sebagian orang bahkan dapat berakibat fatal.

Disinformasi merupakan bagian dari hoaks. Informasi palsu yang sengaja dibuat dan disebarkan dengan motif tertentu. Jadi, informasinya cenderung mengada-ngada atau tidak ada sama sekali. Bisa jadi tujuannya ialah untuk menjatuhkan suatu pihak. Dengan tersebarnya suatu informasi yang mengada-ngada ini dapat mengadu domba pihak-pihak terentu dan terjadi perpecahan yang tidak diinginkan. Sehingga jika berita palsu masih bisa tersebar, bisa dikatakan masih banyak orang yang tidak melakukan pengecekan kebenaran suatu berita itu.

Pengecekan kembali suatu berita merupakan salah satu kemampuan literasi digital. Dimana kita mengecek ulang siapa yang membuat, apakah media berita itu terpercaya atau tidak, apakah isi dari berita tersebut bisa dipertanggung jawabkan. Jika seseorang mampu melakukan hal-hal tersebut sebelum menyebarkannya, berarti seseorang itu sudah memiliki kemampuan literasi digital.

Sayangnya di Indonesia sendiri, literasi digital masyarakat masih sangat rendah. Padahal Indonesia merupakan salah satu negara pengguna inrernet dengan jumlah terbesar di dunia. Sekiranya ada 171 juta jiwa yang aktif menggunakan interenet. Namun, literasi digital Indonesia berada di peringkat 56 dari 63 negara.

Sehingga tak heran jika disinformasi berita mudah sekali tersebar. Karena masyarakat Indonesia sendiri masih rendah kemampuan literasi digitalnya. Jika saja, masyarakat mampu mengevaluasi secara sehat, bijak dan cerdas sebuah informasi yang ada, disinformasi tersebut tidak akan terjadi. Hanya berita-berita yang sehat yang tersebar dan tentunya tidak ada pihak yang dirugikan.

Naura Fatha Larasati
Mahasiswi Jurusan Komunikasi dan Penyiaran Islam

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia