x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Rendahnya Literasi Berujung Anarki

Oleh : Raihan Husna

Minggu lalu, sejumlah buruh, mahasiswa dari berbagai kampus, dan masyarakat lainnya, menyelenggarakan aksi demo dengan mengepung gedung DPR RI. Aksi demo tidak hanya terjadi di DPR RI saja, tetapi demo juga terjadi di gedung DPRD setempat. Mereka bermaksud untuk menolak Pengesahan Omnibus law UU Cipta Kerja.

Mereka menyelenggarakan demonstrasi untuk mewakili aspirasi masyarakat Indonesia yang sepakat untuk menolak keras UU ini. Mereka menilai di dalam Omnibus law  terdapat pasal-pasal yang terkesan tidak memihak rakyat kecil dan dapat merugikan para buruh.  

Segelintir orang diantara mereka mungkin telah memahami substansi dari UU Ciptaker ini. Sayangnya, diantara mereka juga ada yang hanya ikut-ikutan tanpa memahami substansinya, atau bahkan ikut  demo hanya demi konten semata. Mereka yang tidak memahami substansi UU Ciptaker, hanya termakan isu-isu negatif yang tersebar di media sosial.

Akhirnya demo ini berakhir rusuh dan terjadi bentrokan dengan para aparat. Mereka yang termakan isu-isu negatif tentang UU Ciptaker akhirnya terprovokasi, terpancing emosinya sehingga bersifat anarki dengan menimbulkan berbagai kerusakan fasilitas umum. Hal ini disebabkan oleh rendahnya literasi sehingga melakukan kegiatan yang anarkis.

Kalau saja pihak DPR dan pemerintah bisa meredam dengan memberikan klarifikasi juga menyediakan ruang diskusi publik. Mungkin tidak akan ada kebingungan di masyarakat yang menambah ketidakjelasan tentang pasal dan ayat-ayat UU tersebut. Jadi turunnya para mahasiswa ke jalan juga tidak bisa disalahkan, kecuali oknum-oknum yang mericuhkan demo dan merusak sejumlah fasilitas umum.

Mahasiwa UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia