x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Provokasi Menyusup Dalam Aksi

Oleh : Muhammad Nashihul Umam

Publik sedang ramai dengan kejadian aksi demonstrasi yang dilakukan berbagai kalangan masyarakat terutama kalangan buruh dan mahasiswa.

Mereka turun aksi menuntut penolakan terkait pengesahan undang-undang Omnibus law yang dinilai sangat kontroversi bersamaan dengan terjadinya pandemi global, tidak hanya turun kejalan, penolakan juga viral dan memenuhi jagat sosial media.

Masa aksi terdiri dari berbagai kalangan terutama, Buruh yang tergabung dalam SBSI (Serikat buruh sejahtera Indonesia) serta Mahasiswa yang tergabung dalam berbagai organisasi seperti PMII, HMI, GMNI dan BEM SI menjadikan masa aksi berjubel diberbagai daerah terutama di ibukota yang dinilai sebagai daerah yang sangat strategis untuk menyuarakan aspirasi.

Aksi demonstrasi yang terjadi, dinilai adanya penyusupan provokasi oleh sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab seperti yang diketahui ada dua fraksi yang menolak RUU tersebut, sehingga menambah kecurigaan adanya tindakan provokasi semakin jelas, serta melihat kejadian dilapangan berupa kericuhan masa aksi, kekerasan fisik sampai perusakan fasilitas umum, sehingga menjadikan pemerintah mengurungkan niat untuk menemui masa aksi, apalagi ditambah dengan sikap anarkis dan kritik menohok yang memenuhi sosial media dengan demikian aspirasi yang mereka sampaikan tidak sesuai tujuan yang telah direncanakan.

Berbagai kalangan masyarakat sangat menyayangkan aksi demonstrasi tidak sesuai etika dalam menyampaikan aspirasi, bahkan tidak mencerminkan orang yang paham secara substansi apa yang sedang mereka tuntut, alhasil usaha turun kejalan berkesan sia-sia, dan tidak sesuai tujuan yang diinginkan, apalagi banyak pihak yang memanfaatkan situasi sehingga masa aksi dirugikan oleh mereka yang tidak ber-hati, hingga harus merasakan kekecewaan berkali-kali.

Maka dari itu untuk menghindari penyusupan "penumpang gelap" masa aksi seharusnya tidak cepat melakukan tindakan represif yang di kompori oleh orang yang membabi buta yang sangat merugikan masa aksi, bukan hanya itu saja, koordinasi secara terstruktur, mekanisme aksi, target politik juga harus jelas dan melakukan evaluasi serta konsolidasi masa sebelum, sedang Bahkan setelah turun aksi agar tindakan aksi demonstrasi sesuai dengan harapan dan tujuan serta menguntungkan bagi masa aksi.

Penulis, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia