x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Pikir Baru Putuskan


Oleh Rahman Karim

Pemahaman tentang UU Cipta kerja masyarakat dinyatakan kurang nya pemahaman masyarakat akan hal tersebut yang mana dikatakan secara halus bahwa masyarakat Indonesia tidak teliti dalam memilah keputusan pemerintah. Sehingga hal tersebut di klarifikasi dan di jelaskan oleh Dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Bogor, 9 Oktober 2020, Presiden Jokowi menyatakan bahwa terjadinya penolakan dan demonstrasi di berbagai daerah, antara lain dipicu maraknya disinformasi dan hoaks di media sosial soal UU itu (Media Indone-sia, 10 Oktober 2020).

Presiden Jokowi telah menegaskan bahwa UU Ciptaker dibutuhkan untuk mempercepat trans-formasi ekonomi dan membuka lapang-an kerja baru sebanyak-banyaknya. Presiden meluruskan sejumlah isu terkait dengan UU Ciptaker. Isu me-ngenai penghapusan upah minimum provinsi, upah minimum kabupaten/kota, dan upah minimum sektoral provinsi, misalnya, ditegaskan Presiden merupakan informasi hoax yang menyebar di masyarakat tanpa dasar. Presiden juga membantah kabar yang menyebutkan hak cuti pekerja dihapus tanpa kompensasi. Hak cuti tetap ada dan dijamin dalam UU Ciptaker.

Tapi walaupun telah ditegaskan oleh presiden jokowi masyarakat masih menangkap bahwa ada kesalahan dalam UU cipaker ini, setelah penegasan 9 Oktober pukul 10 hingga 15 Oktober demo pun masih berjalan, yang mana harapan di masyarakat untuk penghapusan UU ciptaker ini,

Terkait dengan demo ini menarik perhatian dokter tirta mengenai pengembangan covid 19 yang mana sebenarnya lebih patut di hindari, dalam podcast nya bersama deddy cobuzier di channel deddy cobuzier, yang mengajak pemerintah berpikir bahwa sebenarnya dalam kondisi corona ini, lebih memikirkan masyarakat agar dapat menjalankan protocol kesehatan.

Bahkan dokter tirta menyebut nama ibu puan maharani kenapa harus disahkan di dalam masalah masyarakat sedang berusaha untuk mengalahkan covid 19, padahal sudah jelas dan sudah mengetahui jelas bahwa dengan adanya peresmian omnibus law ini / UU ciptaker akan memancing para pendemo.

Dari sekian banyak harapan dan dan keinginan dari seluruh masyarakat, agar pemerintah juga bisa memperhatihakan timing yang tepat dalam pengambilan sebuah keinginan dalam target apapun, karna menjatuhkan sebuah pasal bukan lah semuadah hati berkeinginan.

Membahas Undang-Undang yang menyangkut hajat hidup orang banyak di masa seperti sekarang ini terlalu mengundang curiga. Tidak ada Undang-Undang yang tidak penting, semua penting. Justru karena UU itu penting, aneh jika pembahasannya diseriusi di waktu seperti sekarang. Saat di mana perhatian dan konsentrasi kita sedang terkuras bertahan hidup di tengah wabah.

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia