x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Patriarki Sang Perampas Hak Wanita

Oleh: Sabila Fadhilah


Budaya patriarki sudah melekat dalam kehidupan sosial sejak dulu hingga saat ini. Patriarki merupakan sebuah sistem struktur sosial yang menganggap laki-laki lebih dominan dan mempunyai hak untuk mengatur perempuan dengan semena-mena. Ini menjadikan laki-laki lebih memiliki kekuasaan dan mendominasi dalam berbagai peran seperti dalam bidang politik atau hak sosial.

Dalam kehidupan sosial, hak wanita banyak yang dibatasi karena menganggap wanita adalah makhluk yang lemah. Misalnya, wanita yang tidak boleh bekerja di luar dan hanya boleh diam dirumah saja. Padahal kawajiban wanita bukan hanya mengurus anak atau mengurus rumah saja, wanita juga berhak untuk berkarir dan terus mengembangkan potensinya.

Budaya patriarki dalam keluarga masih banyak terjadi bahkan orang-orang sudah menganggap sebagai kewajiban. Dimana biasanya sosok ayah yang memiliki kekuasaan tertinggi baik dalam penguasaan keputusan, anak, atau harta. Sosok keduanya adalah anak laki-laki, dimana sering dijadikan penerus kekuasaan setelah ayah. Lalu peran istri dan anak perempuan menjadi tersisihkan, mereka hanya harus menuruti apa yang sudah diatur.

Karena hal tersebut menjadi keresahan untuk kaum wanita, saat ini sudah banyak gerakan-gerakan keperempuanan atau pemikiran feminisme yang menuntut atas hak kesetaraan gender. Karena pada dasarnya seluruh manusia baik laki-laki atau perempuan memiliki hak yang sama dalam bidang apapun. Jika laki-laki boleh kerja di luar maka wanita pun memiliki hak untuk kerja di luar. Dalam bidang politik pun begitu, jika laki-laki bisa menjadi pemimpin, maka wanita pun bisa.

Feminisme bukan berarti menggeser atau menghancurkan posisi laki-laki, tetapi supaya menyetarakan dengan posisi perempuan yang sudah diacak-acak sistemnya sejak dulu. Walaupun belum sepenuhnya berhasil, tapi dapat dilihat saat ini peran wanita tidak sesempit dahulu. Karena wanita sudah dibebaskan untuk melakukan apa saja, kunci supaya tetap stabil dalam bersosial adalah dengan saling menghargai satu sama lain.

Mahasiswi KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia