x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Pahami Subtansi Sebelum Beraksi

Oleh : Ninda Naufalia Ulfa Asrul

 

Pentingnya untuk memahami secara benar apa yang telah, sedang atau akan kita lakukan. Ada yang didasarkan pada pemahamannya atas apa yang dilakukan, namun menjadi bumerang bagi mereka yang tidak memahaminya terlebih dahulu. Termakan provokator menjadi motivasi terbesar tidak dapat dibenarkan. Terlebih tidak mengkaji lebih dalam apa yang akan dilakukan.

 

Demonstrasi memang tak dapat dicegah, namun harus tau kemana arah akan dituju. Apa hasil yang ingin didapat setelah demo terwujud. Literasi sangat penting bagi kita untuk memahami sesuatu untuk mencapai suatu tujuan. Jangan hanya membaca dari apa yang beredar, namun telitilah kebenarannya. Pelajari dari sumber terakurat dan terpercaya.

 

Disinformasi dan misinformasi menjadi lumrah dengan adanya keaktifan masyarakat dalam mencari informasi. Dan ini menjadi tantangan baru di era ini. Maka, konsep literasi digital kritis lanjutan dari literasi digital dan media menjadi acuan utama dalam menghadapi kritis informasi pada saat ini. Keterampilan dalam berliterasi dan terampil menggunakan teknologi sangat dibutuhkan untuk memahami landasan filosofis bagaimana informasi dapat diakses secara tepat dan akurat.

 

Memiliki kemampuan literasi yang kritis, berarti memiliki pemahaman lebih dalam mempertanyakan kebenaran informasi maupun mencegah adanya misinformasi. Kesadaran ini dapat dilakukan dengan cara mengkaji ulang apa yang akan disebarkan ke masyarakat maupun media sosial.

 

Terutama generasi milenial yang diberi gelar agent of change yang dituntut melaksanakan perannya. Jangan sampai gelar tersebut hanya menjadi gelar tanpa memahami benar peran dan tujuan dari adanya gelar tersebut. Sudah peran dari generasi milenial menjadi penyeimbang dan pengkritisi bagi pemerintah. Banyak cara yang dapat ditempuh, UU pun mengatur hal tersebut.

 

Namun, perlu di ingat kembali, jangan sampai termakan provokator dan hoaks. Berdialog lah dengan basis data yang sama. Dan juga jangan sampai peserta demo memberikan ruang kepada provokator. Sebab, itulah yang akan mewarnai demo dengan kegaduhan.

 

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

 

Sent from Mail for Windows 10

 


Virus-free. www.avast.com

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia