x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Keresahan Masyarakat

Achmad Rizky S.

UU Cipta Kerja menuai kontroversi yang membuat mahasiswa dan warga indonesia menjadi resah terhadap apa yang dilakukan pemerintah.

Pertama, pembahasan sebuah RUU di ruang digital tidak dibahas secara detail layaknya pembahasan sebuah RUU di ruang diskusi, seminar, serta rapat dengar pendapat umum (RDPU) di DPR.

Kedua, pengambilan sikap dalam bentuk penilaian terhadap obyek RUU dilakukan dengan membangun opini melalui data kuantitatif yang diwujudkan melalui topik yang paling banyak dibicarakan termasuk pengumpulan petisi sebanyak-banyaknya melalui fasilitas dalam jaringan. Banyaknya perbincangan terhadap topik yang dimaksud serta banyaknya peneken melalui petisi daring dianggap sebagai representasi suara mayoritas.

Kebanyakan orang belum memahami substansi dari rancangan undang-undang ini, tidak jarang juga hanya membahas kerugian dibanding membahas berbagai keuntungannya. Mereka yang tidak mengerti substansi Omnibus Law secara detil ini dengan mudahnya menggiring masyarakat kepada opini yang tidak tepat.  Dengan disahkannya RUU Cipta kerja ini, hak-hak pekerja Indonesia semakin hilang dan tidak ada jaminan pasti dalam pekerjaan mereka. Atas dasar itu, mereka menolak pengesahan UU Cipta Kerja, apalagi pengesahannya dilakukan secara tidak lazim dan membuat ambigu dengan hoax yang begitu banyak di kalangan masyarakat.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia