x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Kekurangan Millenial

Dzulfikar Adirais

Milenial atau Generasi Y adalah kelompok demografi setelah Generasi X (Gen-X). Milenial adalah mereka-mereka yang lahir pada tahun 1990-an hingga tahun 2000-an, generasi Milenial itu sendiri identik dengan generasi yang cakap akan teknologi, karena generasi tersebut lahir pada tahun-tahun berkembangnya teknologi informasi.

Generasi Milenial dapat kita kenali dengan peningkatan pengguna komunikasi, media, dan teknologi digital. Bisa dikatakan bahwa generasi Milenial adalah generasi yang tidak dapat lepas dari teknologi, contoh kecilnya saja ketika internet menghilang beberapa menit sudah panik, gawai ketinggalan ketika hendak pergi sudah kalang kabut. Sering kali kita mendengar keluhan dari orang tua bahwa anaknya sering melihat gawai dan laptopnya dibandingkan bermain atau berinteraksi dengan keluarganya sendiri.

Generasi Milenial cenderung memperoleh informasi dari media sosial yang muatan informasinya tidak lengkap karena ada batasan dalam memuat keterangan, hal ini mengakibatkan informasi yang diterima generasi saat ini cenderung kurang lengkap. Sudahlah informasi yang diterima kurang, generasi Milenial juga rendah dalam minat membacanya. Merujuk pada hasil survei United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO) pada tahun 2011, indeks tingkat membaca masyarakat Indonesia hanya 0,001 persen. Artinya, hanya ada satu dari 1000 penduduk yang 'mau' membaca buku secara serius.

Sering kali kita menemukan di media sosial komentar-komentar yang ditulis tidak relevan dengan apa yang diinformasikan, hal ini merupakan hasil dari rendahnya minat membaca generasi saat ini. Tentu saja hal ini merupakan kebiasaan buruk yang harus dihilangkan, cara menghilangkan kebiasaan ini adalah dengan menumbuhkembangkan minat membaca itu sendiri. Mulai untuk membiasakan membaca segala sesuatu dari awal hingga akhir, lalu memberikan pendapat atau opini dari tulisan tersebut. Jangan sekali-sekali membaca sesuatu 'hanya' dari judulnya saja, karena kita tidak dapat memahami suatu tulisan jika hanya dengan membaca judul saja.

Generasi Milenial merupakan generasi yantg menentukan arah perkembangan negara, dengan memupukkan kebiasaan positif maka hasil akhir yang akan diperoleh akan positif pula. Generasi Milenial harus mulai untuk menyadari dan melakukan perubahan untuk diri mereka sendiri. Menghilangkan kebiasaan negatif dan membiasakan kebiasaan positif, hal ini dapat dimulai dari membiasakan membaca segala sesuatu dari awal hingga akhir bukan 'hanya' membaca judul saja.

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia