x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Kebebasan Tidak Dapat Digunakan Untuk Melanggar Hak Orang Lain

Oleh: Tubagus M Hasan Firdaus    
           
Kebebasan itu tidak mutlak dan tetap memiliki batas. Kebebasan tidak dapat digunakan untuk melanggar hak orang lain. Tidak boleh digunakan untuk mempromosikan kebencian, konflik, ataupun perang. Ini sebabnya kami percaya bahwa kebebasan harus beriringan dengan toleransi dan peraturan hukum. Karena tanpa itu kebebasan menyebabkan kebencian dan anarki.
           
Kebebasan berpendapat merupakan hak yang melekat dalam diri setiap individu sejak ia dilahirkan. Hak tersebut dijamin oleh konstitusi dan negera. Dan Indonesia sebagai negara hukum dan demokratis berkewajiban mengatur dan melindungi hak ini. Kebebasan menyampaikan pendapat tanpa tekanan dari pihak manapun maupun kebebasan dalam berfikir diatur dalam perubahan ke empat UUD Republik Indonesia tahun 1945 Pasal 28 E ayat 3, bahwa Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat.
           
Di zaman perkembangan teknologi ini, termasuk media sosial, segala nilai soal kebebasan berpendapat makin buram. Tim Komunikasi Amnesty International Indonesia, Haeril Halim, punya pandangan menarik, membedah diskursus kebebasan berpendapat di media sosial yang digambarkan sebagai hal yang kompleks karena bercampur dengan bertebarannya berita palsu. Dan UU ITE ada di tengah-tengah itu semua.
           
Memang, ada hal yang perlu diperhatikan juga dalam menyampaikan pendapat. Meski kebebasannya sangat dijamin oleh pemerintah, pendapat kita tetap harus didasari oleh data dan fakta. Tidak boleh sembarangan. Jadi kalau kita beropini harus selalu berdasarkan data dan fakta, supaya tidak terjerat pasal UU ITE yang banyak menjerat rakyat.
         
Kebebasan berpendapat, sebagaimana yang disuarakan dalam piagam PBB mengandung arti bahwa setiap orang bisa mengutarakan pendapat dan ekspresinya dalam bentuk apapun dan melalui media apapun, namun tetap ada batasan supaya enggak kebablasan. Batasan-batasan itu diatur lebih rinci pada Pasal 29.

Penulis, Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung   
 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia