x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Kebebasan Merokok, Salahkah?

Oleh Fathiyyah Raisah Amani

Seperti yang kita ketahui, kebiasaan merokok di Indonesia tidaklah mudah untuk dihilangkan. Baik dari kalangan perempuan maupun laki-laki. Bahkan tak jarang, kebiasaan merokok di Indonesia berawal sejak umur 10 tahun. Kecendrungan seseorang untuk menjadi perokok aktif pun meningkat hingga seseorang menginjak usia remaja.

Kementrian kesehatan mendata bahwa jumlah perokok lebih banyak didominasi oleh laki-laki yang berstatus sebagai pelajar kalangan SD-SMA. Kebiasaan merokok rata-rata dipengaruhi oleh teman, pacar, merasa dengan merokok adalah sebuah kebebasan, liberalisasi bahkan sering pula alasannya hanya ikut-ikutan teman.  

Sebetulnya seseorang tidak boleh melarang orang lain untuk tidak merokok karena merokok adalah sebuah hak asasi. Merokok pun tidak dilarang jika dilakukan di tempat khusus merokok. Namun permasalahannya, banyak dari perokok yang merokok seenaknya di tempat umum dengan dalih kebebasan dan kemerdekaan perorang. Padahal ini menyangkut soal sopan santun dan hak orang lain di dalamnya.

Merokok di angkutan umum, tempat kerja, tempat proses belajar mengajar dan tempat umum lainnya seharusnya dihindari. Namun pada kenyataannya, tempat umum tak pernah bebas dari asap rokok dan memaksa non perokok menghirup asap beracun secara pasif. Di sisi lainnya, selalu saja ada orang yang bertingkah seenaknya, merasa dunia miliknya dan akhirnya bersikap semau gue lalu mengabaikan hak orang lain. Sedangkan seharusnya kita saling menghargai hak orang lain.

Hak seseorang untuk hidup sehat dan bebas dari asap rokok juga perlu diperhatikan. Perokok masih bisa merokok namun dilakukan di ruang terbuka, tidak tertutup semisal merokok di halaman rumahnya sendiri atau kawasan yang sudah ditentukan sehingga mereka yang non perokok dapat menghirup udara bersih dan sehat di tempat ramai. 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia