x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Gunakan Media Sosial Dengan Bijak

Oleh : Raihan Husna

Berpendapat adalah hal yang melekat di zaman  ini, kebebasan berpendapat semakin dipermudah dengan teknologi yang maju dan berkembang. Sebagai salah satu contohnya ialah,  kebebasan berpendapat melalui media sosial. Di zaman milenial ini, hampir seluruh masyarakat menggunakan media sosial sebagai wadah informasi, bahkan sebagai sumber penghasilan.

Kebebasan berpendapat adalah hak bagi semua orang, seseorang bisa menyampaikan opini dengan bebas tanpa adanya batasan, kecuali menyebarkan kebencian dan SARA (Suku, Ras dan Agama). Kebebasan berpendapat tentunya harus disampaikan dengan baik, jangan sampai pendapat kita menimbulkan  konflik dan perpecahan.

Sebelum berpendapat, pikirkan terlebih dahulu apakah pendapat yang kita sampaikan akan menyinggung seseorang atau bahkan menimbulkan perpecahan. Jika sudah dipikirkan, sampaikanlah dengan kata-kata yang sopan dan santun. Jangan sampai kata-kata yang keluar dari mulut kita, harus berakhir di pengadilan. Karena ada hak orang lain dalam melakoni kebebasan.

Seperti pelanggaran UU ITE yang dilakukan oleh seorang pemuda berinisial G, yang terkait fetish kain jarik. Ia menggunakan media sosial sebagai media untuk menjalani modusnya. Kepala Kepolisian Resor Kota Besar (Polrestabes) Surabaya Komisaris Besar Polisi Jhonny Edison Isir mengungkapkan, pelaku G juga dijerat Pasal 27 Ayat 4 juncto Pasal 45 Ayat 4 dan Pasal 29 juncto Pasal 45B Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Modusnya adalah dengan mengirim pesan melalui media sosial Whatsapp kepada setiap korbannya yang kebanyakan laki-laki, dan meminta membungkus diri menggunakan kain hingga menyerupai mayat, untuk kemudian difoto dan direkam menggunakan video telepon seluler. Ia melakukannya dengan dalih, sebagai penelitian.

Seharusnya media sosial dipakai untuk kegiatan yang lebih positif, seperti membagikan kegiatan positif yang kita lakukan, memberikan inspirasi, berdagang secara online, dan banyak hal positif lainnya. Jika sudah terjerat UU ITE, maka hanya penyesalan yang akan datang. Maka dari itu, gunakan media sosial dengan bijak jika tak ingin ada penyesalan.

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung 

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia