x
BREAKING NEWS

Kamis, 19 November 2020

Estetika Tanpa Etika, Apa Gunanya?

Oleh Fathiyyah Raisah Amani

Sebulan yang lalu sempat viral di media sosial postingan dua orang laki-laki berpose layaknya model. Hal ini tentunya membuat heboh publik media sosial dan para pendaki gunung karena kedua laki-laki tersebut berfoto dengan keadaan telanjang di Alun-alun Suryakencana Gunung Gede Pangrango, Cianjur, Jawa Barat.

Belakangan ini memang semakin banyak kasus pelanggaran Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik (UU ITE). Memposting foto asusila di media sosial pribadi tentunya dapat berpotensi melanggar peraturan ITE dan UU Pornografi.  Sangat disayangkan, tindakan ini pun melanggar norma kesopanan dan menyinggung hak yang dimiliki orang lain.

Seperti yang dikatakan sebuah pepatah "Di mana bumi dipijak di situ langit dijunjung." Kita tetap harus mengikuti dan menghormati adat istiadat yang berlaku. Indonesia adalah negara yang memiliki nilai dan norma. Di setiap daerahnya, nilai dan norma yang berlaku pun berbeda-beda dan kita harus bisa menempatkannya.

Alih-alih mengeskpresikan diri dengan tema nudisme dan mendasar pada seni. Hal tersebut tetap tidak etis dilakukan di negara Indonesia yang masih sangat menjunjung tinggi adat istiadat, budaya dan tradisi. Bagaimana pun etika tetap harus dinomor satukan daripada estetika. Seni memang tidak pernah salah, salah karena tidak pada tempatnya.

Setiap orang memiliki hak Individual. Kebebasan berpendapat dan berkreasi termasuk ke dalam hak tersebut. Hanya saja, di dalam kebebasan yang dimiliki oleh setiap pribadi terdapat hak orang lain. Berkreasi dengan sekreatif mungkin dan mengekspresikan seni dengan berbagai cara memanglah sebuah kebebasan namun menghargai hak orang lain adalah sebuah tindakan yang patut diutamakan.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia