x
BREAKING NEWS

Minggu, 22 November 2020

Covid-19 dan Rahasia Kasih Sayang Tuhan

Oleh : Alwi Salma

Menyebarnya virus Covid-19 di berbagai belahan dunia, merupakan salah satu metode (manhaj) Tuhan untuk mengingatkan hamba-Nya yang lalai akan tupoksi untuk beribadah.

Akhir-akhir ini, Indonesia dan 168 negara lainnya sedang dihebohkan dengan berita penyebaran virus Covid-19. Dari balita hingga lansia takut terpapar serangan virus tersebut.  

Apa si virus Covid-19? virus Covid-19 adalah virus yang menyerang sistem pernapasan, yang berdampak pada gangguan sistem pernapasan, pneumonia akut sampai kematian. Gejala-gejala yang dirasakan setelah terkena virus Covid-19, diantaranya mengalami influenza, demam di atas 38 derajat, batuk dan sesak napas. Cara pencegahannya dengan sering mencuci tangan, menggunakan masker dan hand sanitizer, hindari dan kurangi perkumpulan massa (social distancing) dan ikuti seruan #Dirumahaja.

Seruan #Dirumahaja menuai pro kontra di kalangan masyarakat kecil dan menengah bagai buah simalakama. Ketakutan tidak bisa makan, tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan rasa boring semakin lengkap sudah kegelisahan masyarakat. Paradigma masyarakat mengenai konsep rezeki yang sempit turut memberatkan dirinya sendiri. Di sisi lain, kaum rebahan menunjukkan eksistensi dan nilai guna (value added) dalam mendukung menahan penyebaran virus Covid-19.

Disinilah, Tuhan menunjukkan Kebesaran-Nya, Kemurahan-Nya dan Kasih Sayang-Nya bahwa setiap makhluk memiliki rezekinya masing-masing untuk makan dan memenuhi kebutuhan sehari-hari, meskipun dengan berdiam diri di tempat tinggal.

Kisah Imam Malik dan Imam Syafii mengenai rezeki bisa menjadi oase di hamparan kegelisahan masyarakat. Dikisahkan Imam Syafi'i mendapatkan rezeki melalui bekerja di ladang kurma dan memperoleh upah tiga gantung kurma atas kerja kerasnya. Sementara, Imam Maliki mendapatkan kurma atas pemberian Imam Syafi'i melalui tawakal kepada Allah SWT.

Dua metode yang berbeda dalam memperoleh rezeki  namun hasil yang sama. Maka, jika hari ini kita tidak bisa bekerja, jangan terlalu risau akan tidak memperoleh rezekimu dan keluargamu. Karena ada, satu jalan lagi, jalan Allah SWT, untuk memenuhi kebutuhan kita.

"Li kulli syain hikmatun" setiap perkara mempunyai hikmah. virus  Covid-19, menyadarkan kita akan pentingnya ibadah (ta'abbud), mendekatkan diri pada Yang Maha Kuasa (taqarrub), berserah diri (tawakal) dan taubat. Rasulullah SAW, bersabda :
"Sesungguhnya Allah SWT menyembunyikan ridha-Nya dalam keta'atan, dan menyembunyikan murka-Nya dalam kemaksiatan, dan menyembunyikan kematian dalam umur". (Al-Hadits)

Ujian tak selamanya akan berlangsung pasti ada ujungnya. Oleh karena itu, mari bangkit dan optimis lalui exercise wabah ini, dengan ikhtiar dzahir dan ruhani sebaik mungkin. Utamakan kemaslahatan bersama untuk kesehatan bersama. "Kebersamaan adalah rahmat sedangkan perpecahan adalah adzab".


Alwi Salma
Mahasiswa Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam
Fakultas Dakwah dan Komunikasi
Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung


Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia