x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Tuan Rumah Pasti Juara

Oleh : Muhammad Iqbal 

Dakwahpos.com,Manila- Sea Games atau pesta olahraga terbesar se-Asia Tenggara, berhasil digelar di Filiphina untuk yang ke-30 kalinya. Ajang ini mempertemukan para atlet hebat se-Asia Tenggara mulai tanggal 30 November sampai 11 Desember 2019. Olahraga yang dilombakan di event ini sebanyak 52 cabang olahraga. Mulai dari olahraga yang biasa dilombakan di ajang Asian Games dan Olimpiade seperti Sepak Bola, olahraga tradisional seperti Silat, dan olahraga baru yakni e-Sport. Juara umum event ini berhasil diraih oleh tuan rumah Filiphine di posisi pertama klasemen perebutan medali dengan 149 medali emas, 112 medali perak, dan 121 medali perunggu. Dengan total 387 medali, Filiphine berhasil menjadi juara umum di ajang Sea Games ke-30 ini. Sedangkan Indonesia, berhasil mencapai target KOI (Komite Olimpiade Indonesia) dengan finish di posisi ke-4. Berbeda dengan yang ditargetkan Presiden RI, Ir. H. Joko Widodo untuk finish di posisi ke-2. Indonesia berhasil meraih 72 medali emas, 84 medali perak, dan 111 medali perunggu. Dengan total medali 267. 
Dilihat dari setiap pagelaran event Sea Games, sudah 3 edisi terakhir tuan rumah berhasil menjadi juara umum di Sea Games. Sangat jarang negara selain tuan rumah berhasil menjadi juara umum di ajang Sea Games ini. Mungkin hal ini pernah terjadi pada tahun 1991 di Manila, Filiphine kala Indonesia berhasil menjadi juara umum di pagelaran Sea Games. Terakhir negara "gajah putih" Thailand, adalah negara terakhir yang berhasil menjadi juara umum di ajang Sea games tang di gelar bukan di negerinya. Tepatnya pada tahun 2013 di Nay Pyi Taw, Myanmar. Dua edisi terakhir pagelaran Sea Games, Indonesia hanya berhasil berada di posisi ke-4. Yaitu ketika tahun 2017 di Kuala Lumpur, Malaysia dan terbaru di Manila, Filiphine. Indonesia terakhir kali menjadi juara umum di ajang Sea Games pada tahun 2011. Itu pun kala menjadi tuan rumah di Jakarta dan Palembang. Dari sini kita bisa lihat, bahwa hampir setiap negara yang menjadi tuan rumah berhasil menjadi juara umum. Hal ini dikarenakan dukungan dan motivasi yang tinggi dan lebih sebagai tuan rumah. Gengsi di hadapan publik sendiri juga menjadi dorongan lain yang membuat suatu negara tuan rumah ajang Sea Games berhasil menjadi juara umum di ajang Sea Games ini. Memang juga untuk menjadi juara umum di "negeri orang" memerlukan mental yang kuat untuk merengkuh medali sebanyak-banyaknya di negeri orang. Tekanan mental yang tinggi dari pendukung tuan rumah menjadi dinding penghalang bagi para tamu di setiap multi event olahraga ini. Namun hal berbeda diperlihatkan di ajang besar multi event olahraga lain, seperti Asian Games atau Olimpiade. Negara-negara adidaya seperti China dan Amerika, menunjukkan keperkasaan mereka di ajang multi-event yang mereka ikuti. Contoh di ajang Olimpiade 2016 di Rio de Janeiro, Brasil dimana Amerika menjadi juara umum di ajang multi event terbesar di dunia itu. Begitu pun dengan ajang Asian Games tahun 2018 yang diadakan di Indonesia, China berhasil menkadi juara umum di negeri kita dengan perolehan 132 medali emas. Dan Indonesia sebagai tuan rumah, berhasil menempati posisi ke-4 dengan 31 medali emas. Melihat dari kejadian di atas, tentu Amerika juga China memiliki dukungan pemerintah yang kuat dalam menciptakan atlet-atlet berbakat untuk menjadi juara di suatu multi event olahraga internasional. Hal ini patut diperhatikan oleh pemerintah Indonesia melalui Kemenpora (Kementrian Pemuda Olahraga) untuk mencetak bibit-bibit atlet berbakat yang unggul dan bisa bersaing merebut titel juara di setiap ajang event atau multi-event olahraga. Baik Sea Games, Asia Games, bahkan bukan tidak mungkin di ajang Olimpiade kita bisa menjadi juara umum. 

Muhammad Iqbal, Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Cipadung-Bandung, 087834563533.

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia