x
BREAKING NEWS

Jumat, 20 Desember 2019

Tidak Hadirnya Rasa Kemanusiaan

Oleh : Muhammad Ilham Al-husairy

Tidak Hadirnya Rasa Kemanusiaan

Kebakaran hutan dan lahan ( Karhutla) meluas di Kalimantan dan Sumatera. Ini terjadi ketika musim kemarau panjang di tahun 2019 menjadi salah satu penyebab api sulit dipadamkan. Asap kiriman ke berbagai wilayah pun tidak bisa dipungkiri terjadi, hingga beberapa negara tetangga yang berdekatan dengan lokasi kebakaran di Indonesia terkena dampakya. Namun secara mengejutkan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Doni Monardo menungkapkan, kebakaran hutan dan lahan di beberapa wilayah di Indonesia disebabkan oleh ulah manusia yang membakar secara disengaja dengan motif land clering. Sehingga setelah hutan sengaja dibakar berubah menjadi lahan perkebunan.

Sangat ironi, di negara yang berlandaskan Pancasila, yang pada sila ke-2 dikatakan "Kemanusian yang adil dan beradab", tetapi pada faktanya terdapat ketidakadilan atas kemanusiaan yang dirasakan oleh rakyat. Karena banyak orang yang menderita dan tersiksa atas kejadian kebakaran hutan dan lahan yang terjadi. Bahkan salah seorang korban bencana ketika diwawancara dengan mengilustrasikan bencana asap membuat warga didaerahnya selama ini seperti dikurung dalam ruangan tertutup bersama tungku kayu bakar yang menyala. "Bagaimana rasanya? Hidung tersumbat, pusing, mata perih, dan itu yang dialami setiap hari.

Lalu dimana rasa kemanusiaan seseorang, ketika unsur kesengajaan membakar hutan dan lahan hanya karena kepetingan perorangan bahkan kelompok. Bagaimanapun, selain dampaknya dirasakan oleh manusia, hutan ini dihuni oleh berbagai binatang dan spesies yang ada. Sehingga bukan manusia saja yang terkena dampaknya, tapi berbagai binatang pun merasakan siksaan dan ancaman dari kebakaran hutan yang terjadi.

Di sini negara perlu hadir dengan upaya yang sangat tegas dari pemerintah untuk memberikan sanksi bagi yang melanggar. Pembakaran hutan adalah kejahatan yang luar biasa. Dan jelas itu bukan salah rakyat, jelas salah aparat juga yang terlalu lengah akan pelaku-pelaku tak bermartabat. Kini rakyat hanya bisa menjerit diatas kesedihan yang mereka terima. Asap kian pekat, udara kian berbahaya, korban-korban makin tambah berjatuhan sedangkan biaya untuk pengobatan pun mencekik kehidupan. Itu semua perlu penanganan dan pengawasan yang super ekstra dari pemerintah agar masalah ini cepat teratasi.

Kita semua juga harus bahu-membahu dan bersinergi untuk ikut berperan aktif dalam membantu aparat dan pemerintah untuk mencari solusi dalam penanganan pemadaman api serta penanganan siksa asap yang diderita. Pencegahan juga dinilai lebih penting dilakukan untuk upaya selanjutnya, karena mencegah lebih baik dari pada kita harus menanggulangi. Tentu perlu juga langkah-langkah pencegahan yang cukup serius agar kebakaran hutan dan lahan ini tidak terulang kembali.

Tantangan kedepannya adalah mengubah perilaku masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Kita semua berdoa agar segala permasalahan di negeri tercinta ini bisa cepat teratasi. Wallahu'alam.


Penulis,
Mahasiswa UIN Sunan Gunung DJati Bandung
Alamat : Kp. Ciganti Girang Rt 03 Rw 02, Desa Margaluyu Kab. Garut

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia