x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Tak Disangka-sangka, Mimpi Itu Jadi Nyata

Menjadi seorang jurnalis, adalah profesi yang sempat saya idamkan sejak SMP, terutama ketika bergabung di salah satu komunitas kemanusiaan yang berfokus pada peduli Palestina. Sejak saat  itu, saya ingin mencari tahu kebenaran dan krisis kemanusiaan yang ada disana, memberitahu dunia bahwa Palestina benar-benar membutuhkan bantuan.

Siapa sangka, tiga tahun setelah meninggalkan  bangku SMP, Allah menakdirkan saya untuk menjadi salah satu mahasiswi komunikasi yang salah satu fokusnya adalah bidang jurnalistik, meskipun jurusan ini bukan jurusan yang saya idamkan sejak dulu, namun saya yakin, ada hikmah dibalik semuanya, termasuk untuk menjadi jurnalis yang berani mengungkapkan kebenaran layaknya yang saya mimpikan sewaktu SMP.

Tiba di semester tiga, saya bertemu dengan mata kuliah jurnalisme dakwah, di mata kuliah ini, perkuliahan dan tugasnya berfokus pada dunia kepenulisan, baik itu berita, opini, essay, dll. Salah satu dari tugasnya yang  menguras skill menulis adalah tugas meliput kegiatan masjid yang berada di sekitar kampus, seperti mahasiswa lain yang diberikan tuga syang smaa, saya pun segera mencari  masjid untuk saya liput.

Setelah berputar-putar di jalan yang ada di Cibiru, akhirnya saya menemukan masjid yang akan saya liput, adalah masjid Baitul Hikmah. Masjid yang berada di tengah komplek ini terlihat megah dengan perpaduan warna krem dan hijau catnya, baik halaman dan ruangannya bersih terjaga, lahan untuk parkir luas, air untuk wudhu dan toilet pun deras, ruangannya wangi, dilengkapi dengan AC yang menambah kesejukan masjidnya, menarik warga untuk berjamaah atau sekadar berkumpul disana. Fasilitas yang disediakan masjid ini sangatlah menarik, mulai dari snack dan kopi, di lantai dua terdapat perpustakaan yang bisa dikunjungi oleh siapapun, juga ruangan serba guna yang bisa digunakan untuk rapat dsb.

Meski pembangunannya diawali dengan–sebutlah aksi--dari warga, namun perkembangan masjid yang telah berdiri dalam kurang lebih sepuluh tahun ini, memberi banyak manfaat pada warga sekitar, berbagai fasilitas teresedia didalamnya, sehingga keberadannya pun menjadi salahsatu kebanggan warga sekitar. "Iya neng, masjid ini dibangun tiga taun setelah pembangunan komplek selesai, warga sini teh pada nagih ke yang punya komplek, masjid dibangunnya kapan, akhirnya warga protes, kayak demo lagi gitu, ya akhirnya dibangunlah masjid ini, Alhamdulillah…" Ujar Tri (21), salah satu relawan pengajar anak-anak TPA.

Beberapa dari kegiatan yang diminati warga di masjid ini adalah pengajian-pengajian yang rutin diikuti masyarakat sekitar, diantaranya adalah; Tadarus Jama'ah bapak-bapak yang dilaksanakan dari ba'da magrib sampai menjelang isya, dan pengajian ini dilaksanakan tiap hari senin sampai jum'at. Selain itu, ada juga Majelis Ta'lim ibu-ibu yang dilaksanakan setiap Selasa pada pukul dari jam Sembilan sampai jam setengah dua belas pagi. Ada juga Kajian Tafsir Tematis yang biasa dilaksanakan hari Minggu dari setelah Magrib sampai menjelang Isya, dan pada kegiatan ini, bisa diikuti oleh umum, tak terbatas usia.
Setelah itu, ada Kajian Rutin Sabtu Subuh, yang biasa dilaksanakan setelah Subuh, dan pesertanya bisa dari umum, dan Majelis Kajian Bulanan (MAKBUL) yang dilaksanakan tiap pekan ke-4 setiap bulannya dari jam sembilan sampai jam setengah dua belas pagi. Pengajian ini juga tidak hanya diperuntukan untuk masyarakat komplek, namum juga membuka gerbang seluas mungkin untuk orang-orang dari luar komplek.

Selain pengajian yang biasa diikuti ibu-ibu dan bapak-bapak, masjid yang berdiri kokoh diantara kurang lebih 250 rumah ini pun rutin mengadakan Taman Pendidikan Al-Qur'an, yang biasa diisi oleh relawan pengajar dari dalam ataupun luar komplek, siswanya meliputi anak-anak dan remaja -yang juga dari dalam dan luar komplek-. Dan sekarang siswanhya bisa mencapai tiga puluh sampai lima puluh peserta setiap harinya.

Selain dari kegiatan yang disebutkan diatas, masjid ini memiliki fasilitas yang bisa dibilang sangat mumpuni untuk menarik minat warga sekitar untuk mengunjungi masjid, seperti ruangan nyaman ber AC, ruangan multimedia, Perpustakaan, hingga penyediaaan snack dan kopi yang bisa dinikmati dengan cuma-cuma.

Masjid ini memiliki DKM yang diketuai oleh Furqonuddin Nugraha, ST. dan anggotanya adalah warga sekitar, setiap orang memiliki tanggung jawab untuk merawat setiap sudut masjid. Salah satu kegiatan yang menarik yang biasa dilaksanakan warga sekitar, DKM masjid biasa menyediakan etalase yang bebas untuk diisi warga, baik nasi, air kemasan, lauk pauk, camilan, dll. Dan nantinya pun bebas diambil oleh semua warga.

Masjid ini kini telah menjadi masjid yang memberikan banyak manfaat, baik untuk warga dalam komplek, maupun luar komplek, tentunya ini adalah hasil dari semangat warga sekitar dalam mewujudkan komplek yang berkah yang mengambil cara memakmurkan masjid.

by Oktavia Rahmawato

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia