x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Surga Itu Milik Tuhan Bukan Milik Pribadi

Oleh : Raihan Aqhsal Arighi  


"Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan bangsa mu sendiri. "

 

Sepucuk pesan Ir. Soekarno terus saja terngiang tatkala guru sejarah menyampaikan pesan bung Karno itu disela-sela pelajaran. Sepucuk pesan singkat itu dulu mungkin hanya cerita belaka yang dianggap angin lalu, akan tetapi kini sudah dirasakan bahwa tantangan kedepan tidaklah mudah.

 

Saat ini Bangsa Indonesia tengah menghadapi disintegrasi, banyak elemen bangsa yang lebih mementingkan kepentingan pribadi maupun golongan, sehingga yang terjadi adalah upaya menghakimi satu dengan yang lainya.

 

Konsep Tasamuh (toleransi) jauh-jauh hari islam telah memandang itu sebagai suatu sunnatullah. Karena perbedaan adalah anugerah. Tetapi dewasa ini hal toleransi dan intoleransi tengah menjadi hal yang sedang jadi pembicaraan hangat. Perbedaan kerap dijadikan sebagai dalih untuk melakukan justifikasi pembenaran terhadap organisasinya dan menjatuhkan vonis salah terhadap organisasi lainya.

 

Perlu kesadaran akan konsep perbedaan, Indonesia dilahirkan bukan hanya dari satu agama, melainkan dari kekuatan antar agama yang mau disatukan. Konflik perbedaan dahulu sudah final terselesaikan atas dasar satu rasa senasib sepenanggungan, yang dikukuhkan dalam Bhinneka Tunggal Ika. Tapi kini nyaris hilang,karena egosentris yang jadi feeling utama.

 

Suri tauladan utama telah ada pada diri Rasullah Saw. Beliau membangun yatsrib menjadi Madinah, bukan untuk dijadikanya sebagai darul islam (Negeri Islam), tetapi dijadikannya darul salam yaitu negeri yang sejahtera. Konsep perbedaan yang ada dijadikannya sebagai upaya untuk saling mengenal dan memahami.

 

Sejarah cemerlang yang sudah Rasullah saw contohkan, kemudian para pendahulu bangsa ini, mesti diingat kembali, dan harus diaplikasikan dalam kehidupan berbangsa bernegara. Perlu adanya pemikiran positif yang dimiliki insan berakal, bahwa hakikatnya perbedaan ini Tuhan yang menentukan, tapi setidaknya sebagai insan berakal harus mampu menghargai perbedaan itu. Surga itu bukan milik pribadi, sehingga dengan mudahnya menghakimi salah orang yang berbeda denganya. Tapi yakinilah surga itu milik Tuhan, siapapun berhak memasukinya tatkala Dia meridhai hamba-Nya, karena esensinya,kebenaran mutlak milik-Nya, bukan milik Organisasi. 



Raihan Aqhsal Arighi

Mahasiwa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia