x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Siap-siap Sebelum Nikmat Musim Hujan Berubah Menjadi Musibah Bencana

Oleh : Rafli Husein Amarullah  

Musim hujan ialah merupakan salah satu karunia nikmat yang telah Tuhan YME berikan kepada makhluknya di muka bumi ini. Datang nya musim hujan ini memberikan manfaat bagi makhluk hidup seperti tumbuhan dan hewan dalam mendapatkan air untuk kehidupannya. Manfaat hujan juga tidak hanya dirasakan bagi tumbuhan dan hewan saja, tetapi juga terasa dan dirasakan oleh manusia.

Manusia sangatlah memerlukan air di setiap aspek kehidupannya. Sebagai contoh manusia sangat memerlukan air dalam proses pertanian mereka. Jika tanaman pertanian mereka tidak memperoleh air yang cukup maka tanaman tersebut tidak akan tumbuh dan tidak akan menghasilkan seperti cabai, tomat, jagung, padi/beras, dsb. Jika Tanaman Pertanian itu mati karena kekurangan air maka manusia akan kehilangan salah satu sumber makanan mereka.

Selain itu juga berdasarkan penelitian yang pernah dilaksanakan dalam dunia sains. Salah satunya ialah pernyataan dari Ahli gizi dari Universitas Gadjah Mada, Perdana Samekto MSc RD menjelaskan bahwa "Manusia bisa bertahan tanpa makan hingga tiga minggu. Namun, tanpa minum hanya bisa bertahan 4-7 hari tergantung situasi." Jika kita lihat, air merupakan salah satu hal yang sangat dibutuhkan bagi manusia dan air yang turun ketika musim hujan ialah merupakan salah satu karunia kenikmatan yang Tuhan YME berikan kepada makhluknya.

Akan tetapi, di dunia saat ini, datangnya air ketika musim hujan bukan hanya sebuah nikmat yang telah Tuhan YME berikan, namun juga mendatangkan efek negatif terhadap manusia. Misalnya seperti datangnya bencana, diantaranya seperti banjir, tanah longsor, dsb. Hal ini tentu bukan serta merta karena Tuhan YME, melainkan akibat daripada kelalaian dan keserakahan manusia. Dampak dan akibat daripada kelalaian dan keserakahan manusia ini dapat kita lihat ketika setiap musim hujan telah tiba. Seperti, banjir yang disebabkan karena manusia yang membuang sampah bekas pakai mereka ke aliran sungai. Lalu tanah longsor yang disebabkan karena keserakahan manusia yang menebang pohon. Dari keserakahan dan kelalaian manusia ini tentunya berdampak juga bagi datangnya korban jiwa.

Kesadaran akan pentingnya menjaga alam ini haruslah mulai dilakukan dari sekarang. Karena, jika keserakahan dan kelalaian manusia tidak segera dihilangkan maka kerusakan pada alam ini serta jatuhnya korban jiwa pun akan terus menerus berlangsung.

Maka daripada itu, marilah kita bersama-sama memulai dari diri kita untuk peduli akan lingkungan dan alam ini. Jika diri kita sendiri sudah peduli maka orang lain pun akan ikut peduli seperti kita. Dimulai dari membuang sampah pada tempatnya atau bahkan mendaur ulang kembali sampah yang telah digunakan. Lalu menjaga hutan agar tidak gundul dengan melakukan reboisasi atau penanaman pohon kembali.

Jika kesadaran dan kepedulian ini sudah kita mulai dari sekarang maka akan tumbuhlah rasa cinta pada diri kita terhadap alam ini. Dan tentunya alampun akan mencintai kita, begitu juga Tuhan YME akan mencintai dan menyayangi kita sebagai makhluknya. Sebagaimana firman Allah Swt di dalam Al Qur'an, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih".


Rafli Husein Amarullah

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung 


(Tulisan ini pernah dimuat di MediaIndonesia.com pada tanggal 3 Desember 2019)


Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia