x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Sambut Tahun Baru Bukan Dengan Maksiat dan Hedonisme

Dalam tradisi klasik, bangsa-bangsa Yahudi, Majusi dan Nasrani menyambut tahun baru dengan melakukan ritual ibadah dan juga pesta pora.

Dari beberapa referensi menyebutkan kerajaan Babilonia merupakan bangsa pertama yang merayakan tahun baru. Bagi mereka, tahun baru ini adalah kemenangan Dewa Langit Marduk melawan Dewi Laut yang jahat, Tiamat. Raja Babilonia menerima mahkota baru.

Dalam penanggalan tahun masehi, kerajaan Romawi dikenal sebagai pencetus pertama penanggalan dan pergantian tahun dengan siklus matahari. Mereka menamai bulan pertama dengan nama Janus, dewa Romawi, yang memiliki dua muka untuk memandang ke depan dan belakang.

Bangsa Romawi memperingati tahun baru dengan berbagai pengorbanan kepada Janus, bertukar hadiah, mendekorasi rumah, dan mengunjungi beberapa pesta.

Bagaimana tahun kekinian? Nampaknya perayaan tahun baru masehi telah bergeser dan tercerabut dari nilai-nilai religi yang sakral. Bangsa-bangsa modern tetap menyambut awal tahun, tapi dengan nuansa hedonistik dan bahkan bermaksiat, jauh dari nilai religius semua agama-agama.

Bangsa-bangsa kekinian memperingatinya tanpa nilai. Mereka sekedar berhura ria, berkumpul, berpesta, penuh kesenangan. Celakanya, sebagian generasi merayakannya dengan pesta kemaksiatan, misalnya mabuk bersama atau bahkan zina.

Hendaknya para agamawan mengembalikan sakralitas tahun baru dengan nilai-nilai agama. Dari rilis Prof. H. Nasir Mahmud, guru besar UINAM via media sosial mengemukakan beberapa tradisi agama-agama terdahulu. Menurut beliau membunyikan terompet adalah tradisi agama Yahudi, sebagai panggilan beribadah, mungkin semacam azan dalam Islam.

Bagi umat Islam, perayaan tahun baru masehi kontroversial. Tidak ditemukan keterangan dalam dalil naqli, baik Al-Quran maupun hadis dan keterangan sahabat. Meski demikian, umat Islam seluruh dunia ikut bereuforia pergantian tahun baru masehi.

 Rosa Nur Afifah

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia