x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Saatnya Bersih-bersih

Oleh : Rafli Husein Amarullah 

Badan Usaha Milik Negara atau biasa disingkat menjadi BUMN, ialah merupakan sebuah badan usaha yang dimiliki oleh negara. Yang mengelola beragam sektor usaha strategis seperti penerbangan, listrik, minyak dan gas, baja, dsb.

Tentunya dalam mengelola sektor-sektor usaha yang startegis ini dibutuhkan seorang leader ataupun pemimpin yang berintegritas serta berkualitas. Dibutuhkan seseorang putra-putri terbaik bangsa ini yang mampu mengelola perusahaan dengan baik serta berkepribadian yang baik dan tentunya bersih daripada korupsi.

Namun, kenyataannya saat ini bertolak belakang dengan hal-hal yang diharapkan di atas. Kenyataannya ramai sekali orang-orang yang mendaftar untuk menjadi leader atau pemimpin dari perusahaan-perusahaan BUMN ini dengan cara yang salah. Seperti, nepotisme maupun dengan suap sehingga mereka mendapatkan posisi yang diinginkan.

Jika seseorang ketika langkah awalnya sudah melakukan hal yang buruk tersebut, maka kelanjutannya akan buruk pula. Orang-orang tersebut tentunya akan melakukan beragam cara untuk mendapatkan keuntungan kembali atau biasa disebut balik modal ketika sudah menempati posisi yang diinginkan. Atau bisa juga menyalahgunakan dan memanfaatkan posisi jabatan yang dipegangnya.

Salah satunya ialah yang terjadi beberapa waktu kebelakang yang dialami oleh maskapai penerbangan nasional, Garuda Indonesia. Dimana Dirut dari Garuda Indonesia ini telah menyalahgunakan serta memanfaatkan posisinya yang strategis ini untuk menyeludupkan barang melalui perusahaannya.

Maka daripada itu, dalam rangka mewujudkan perusahaan-perusahaan BUMN yang bersih dan berkualitas hendaknya kita siapkan dari Kementrian BUMN yang diisi oleh mentri yang yang tegas dan berintegritas. Jika mentrinya tegas dan berintegritas maka ia akan mampu melihat dengan jelih kesalahan dan hal-hal buruk yang terjadi di perusahaan-perusahaan BUMN serta akan langsung sigap membersihkannya.

Ingatlah bahwa jabatan itu ialah sebuah tanggung jawab yang besar. Terutama perusahaan milik negara yang didalamnya terdapat uang rakyat. Maka janganlah sesekali anda berkhianat kepada rakyat. Jika engkau berkhianat kepada rakyat maka ingalah bahwa engkau akan dituntut oleh rakyat bukan hanya di dunia, tetapi juga nanti di akhirat.


Rafli Husein Amarullah

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung 


Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia