x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Re: Islam Wasathiyah Jalan Alternatif Tangkal Radikalisme

Informasi tertinggal :

(Tulisan ini pernah dimuat di MediaIndonesia.com pada tanggal 21 November 2019)    

Pada tanggal Sel, 24 Des 2019 pukul 22.00 Raihan Aqshal Arighi <aqshalarighiraihan@gmail.com> menulis:
Oleh : Raihan Aqhsal Arighi 

Radikalisme dulu difahami hanya sebagai suatu faham yang menginginkan perubahan sosial atau politik secara cepat dengan melakukan tindakan kekerasan atau ekstrem. Tapi kini radikalisme menjadi momok yang menakutkan karena bukan hanya menginginkan perubahan yang cepat pada kondisi politik atau sosial saja, akan tetapi sudah menjalar menjadi faham yang mengiginkan perubahan sosial dan politik secara cepat dengan melakukan kekerasan yang mengatasnamakan agama.

 

Pandangan negatif akan Islam semakin menjadi-jadi ditengah maraknya aksi terorisme yang gencar mengatasnamakan jihad dijalan Tuhan menjadi slogan utama mereka para pelaku terorisme. Niat mulia membela agama, akan tetapi dengan cara yang salah justru malah menurunkan Wibawa dan Citra islam yang rahmatan lil alamin.

 

Islam mengajarkan konsep keseimbangan, keadilan, toleransi dan juga moderat. Jika konsep keislaman tersebut mampu direalisasikan maka tidak akan ada radikalisme. Rasullah saw sudah memberikan uswah kepada umatnya. Ditengah kondisi masyarakat Madinah yang multikultural, mulai dari perbedaan agama, perbedaan suku. Rasullah saw mampu mempersatukan perbedaan itu dengan piagam Madinah.

 

Islam wasathiyah (moderat) seharusnya mampu memberikan pengajaran,dan pemahaman bahwa islam sangat menghargai perbedaan dan menekankan aspek keharmonisan, baik di lingkungan internal keluarga, tetangga, hingga lingkungan terbesar yaitu Kehidupan bernegara.

 

Melihat akan pentingnya konsep keislaman seperti yang dicontohkan Rasulullah saw, maka kurikulum pendidikan harus mampu mengkorelasikan pendidikan agama dengan pendidikan pancasila, sehingga terciptanya padanan yang tepat.

 

Padanan yang tepat itu akan memberikan pemahaman akan bahayanya radikalisme, karena bukan hanya menyangkut individu saja tetapi menyangkut seluruh komponen berbangsa dan bernegara. penyusunan Kurikulum yang memuat nilai agama dan pancasila akan memberikan rule kepada siswa hingga mahasiswa dalam menentukan sikap dan pijakanya. Sehingga bukan hanya Citra sekolah juga perguruan tinggi yang terselamatkan tetapi seluruh generasi bangsa dan agama juga terselamatkan dari paparan faham radikalisme yang menjangkiti kaula muda. 


Raihan Aqhsal Arighi

Mahasiwa UIN Sunan Gunung Djati Bandung


Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia