x
BREAKING NEWS

Selasa, 24 Desember 2019

Radikalisme Menyentuh Youtube

Oleh : Munfarihatun Millah

Penggunaan sosial media saat ini sangat di gandrungi oleh masyarakat luas. Bahkan siapapun tanpa mengenal usia dapat mengaksesnya. Hal tersebut menjadi santapan yang lezat bagi para pemegang paham radikalisme. Karena melalui sosial media yang sudah jelas banyak penggunanya,mereka memanfaatkannya untuk menyebarkan doktrin-doktrin radikal. Radikalisme sendiri berarti suatu paham aliran yang menginginkan sebuah perubahan yang total dan untuk mencapainya menghalalkan berbagai cara. Salah satu caranya melalui sosial media yang kini sedang naik daun yaitu Youtube.

Menurut Guillume Chaslot, seorang bekas teknisi Youtube menjelaskan bahwa orang menjadi radikal karena menghabiskan banyak waktu menyaksikan konten dengan gagasan yang sama. Dalam risetnya pada tahun 2016, hasilnya menunjukkan bahwa algoritma Youtube mendorong orang untuk menyaksikan lebih banyak video radikal.

Hal tersebut jelas bertentangan dengan keberagaman di Indonesia yang mengharuskan untuk saling toleransi. Namun dalam Youtube, ketika seseorang menonton sebuah video maka setelahnya akan di rekomendasikan video dengan gagasan yang serupa. Sehingga hal tersebut mendoktrin di otaknya ia hanya akan menerima sebuah  dengan gagasan yang sama dan menolak gagasan yang berbeda dengannya. Hal tersebut menjadi cikal bakal paham radikalisme.

Melihat fenomena tersebut, jelas diperlukan adanya upaya pencegahan agar masyarakat lebih selektif dalam menonton sebuah tayangan di Youtube agar tidak terpapar radikalisme. Karena jika seseorang telah terpapar paham radikal akan membuka jalan hingga menuju terorisme. Dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh lembaga survei UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bahwa sebanyak 10% kelompok muda setuju menjadikan Indonesia sebagai negara Islam dan boleh melakukan kekerasan untuk membela agama.

Upaya yang dapat dilakukan dalam mencegah radikalisme saat ini adalah dengan penanaman nilai toleransi dalam lingkup kecil yaitu keluarga,lingkungan rumah dan sekolah.Selain itu melalui pendidikan nilai-nilai nasionalisme sejak dini. Adapun pencegahan secara lingkup besar adalah dengan memberikan saran dan kritik kepada pihak Youtube agar memberikan konten-konten ceramah yang beragam sehingga dapat di jadikan perbandingan yang membuat masyarakat memiliki pola pikir yang kritis. Selain itu dengan di tegakkannya hukum bagi para penyebar paham radikal yang dapat meresahkan,menghancurkan dan mengacaukan masyarakat.

Munfarihatun Millah,Mahasiswa KPI UIN SGD Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia