x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Radikalisme Datang, Semua Bertindak

                           Oleh : Salma Dinda Regina
Radikalisme sudah tak asing lagi di dengar pada era sekarang. Jika menyebutkan radikalisme seringkali di sangkut paut kan dengan lahirnya seorang terorisme.
Radikalisme merupakan sikap yang mengharapkan suatu perubahan secara keseluruhan yang cenderung perubahan itu terjadi menyeluruh dan mendasar dengan cara yang ekstrim
dan tidak selayaknya dilakukan seperti kekerasan.
Radikalisme memiliki berbagai ciri yang bisa dikenali lewat sikap dan paham radikal. 1) intoleran atau tidak mau menghargai pendapat dan keyakinan orang lain, 2) fanatik atau selalu merasa benar sendiri dan menganggap orang lain salah
3) eksklusif atau membedakan diri dari umat islam umumnya dan 4) revolusioner atau cenderung menggunakan cara-cara kekerasan untuk mencapai tujuan.

Banyak faktor yang menyebabkan seseorang terhasut kedalam paham radikalisme, mereka seperti mendapat
motivasi tersendiri untuk bergantung pada paham radikalisme sampai menjadi seorang terorisme.
Faktor yang menyebabkan hal tersebut adalah; pertama, faktor domestik yakni kondisi yang terdapat dalam negeri misalnya kemiskinan,
atau ketidakadilan yang terjadi.
Kedua, faktor internasional yakni pengaruh yang berasal dari luar negeri yang memberikan dorongan tumbuhnya sikap sentiment keagamaan.
Ketiga, faktor kultural yaitu faktor yang sangat terkait dengan pemahaman keagamaan yang dangkal dan penafsiran yang masih bersifats sempit.

Masalah  radikalisme saat ini sudah sangat marak terjadi dimana-mana, termasuk Indonesia sendiri.
Dalam hal ini, tentunya bukan hanya kalangan pemerintah saja yang harusnya mengambil bagian untuk mencegah dan mengatasinya,
namun seluruh rakyat harusnya juga ikut terlibat dalam usaha tersebut, terutama para kaum pemuda pemudi, termasuk mahasiswa. Hal ini dikarenakan karena pemuda merupakan
generasi penerus bangsa atau yang sering disebut agent of change dan berperan sebagai ujung tombak untuk melakukan pencegahan dan pemberantasan akan kedua masalah tersebut,
yaitu radikalisme dan terorisme.

Berbagai cara mencegah radikalisme dan terorisme agar tidak semakin mengakar dan menjamur, terutama di bangsa Indonesia ini, antara lain ;Memperkenalkan dan memahamkan Ilmu Pengetahuan dengan baik dan benar dua hal ini bisa menjadi cara untuk mengatasi pencegahan radikalisme, yaitu bagaimana caranya seseorang harus benar-benar paham akan ilmu
dan pengetahuan yang didapatnya karena tidak hanya sebatas mengenal, harus paham sekali. Meminimalisir Kesenjangan SosialKesenjangan sosial yang terjadi juga dapat memicu pemahaman radikalisme, dengan demikian agar tidak terjadinya paham radikalisme maka kita harus meminimalisir kesenjangan social. Menjaga Persatuan dan Kesatuan.
Mendukung Aksi Perdamaian Berperan aktif dalam melaporkan radikalisme dan terorisme .
Menyaring Informasi yang didapat. Apabila cara tersebut bisa di lakukan maka setidaknya akan meminimalisir paham radikalisme dan yang pada akhirnya membawa kepada terorisme.

(Salma Dinda Regina, Mahasiswi KPI UIN SGD Bandung)

Tulisan ini pernah dimuat di Media Indonesia Tanggal 22 November dengan Beberapa perubahan

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia