x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Radikalisme Bukan Bagi Mereka Yang Awam

Oleh : Muhammad Ikhsan Rizki Ramadhan

Saat ini, istilah Radikalisme seolah-olah telah menjadi momok menakutkan bagi sebagian masyarakat di Indonesia, hal ini disebabkan karena adanya framing bahwa Indonesia Darurat Radikalisme. Hal ini tentunya sangat mengganggu bagi sebagian masyarakat Indonesia lainnya, karena seringkali istilah Radikalisme ini lebih cendrung ditujukkan untuk menyudutkan salah satu golongan. Namun terlepas dari hal itu, kami banyak mendapati sebagian masyarakat justru mereka sangat awam dengan istilah Radikalisme tersebut, dan adapun mereka yang mencoba berkomentar tentang Radikalisme yang tengah menjadi perbincangan hangat saat ini, sebagian mereka hanyalah orang-orang yang hanya bisa menerka istilah Radikalisme tersebut berdasarakan pemahaman mereka sendiri dan juga mereka hanya memahami berdasarkan kabar berita mentah yang mereka terima.
 
Jika kita melihat situasi dan kondisi bangsa Indonesia saat ini, seolah-olah kita mendapati bahwa persatuan indonesia hanyalah sebuah angan-angan yang sulit untuk diwujudkan. Karena melihat banyaknya sebagian golongan saat ini, yang egois dengan apa yang menjadi ambisinya masing-masing dan enggan untuk diajak bertoleransi dengan golongan lainnya, maka jika situasi semacam ini telah terjadi, kita mengkhawatirkan bahwa kedepannya Indonesia akan terpecah dan sulit untuk bersatu, dan karena hal inilah maka sepatutnyalah Pemerintah mulai ikut andil untuk menyelesaikan permasalahan yang cukup genting ini. Kita sangat meyakini, apabila Pemerintah terjun langsung untuk menyelesaikan permasalahan ini, yaitu dengan mencoba merangkul beberapa golongan yang secara ekstrimis menolak persatuan dengan jalur diskusi dan musyawarah, dan coba memahamkan kepada masyarakat perihal pemahaman-pemahaman Radikalis yang saat ini berkembang, maka dapat diyakini bahwa pemahaman pemahaman Intoleran dan juga Radikalis tidak akan terlalu berkembang luas kedepannya.

Sangat disayangkannya pada situasi saat ini, banyak diantara tokoh-tokoh yang bisa dibilang cukup berpengaruh atas setiap opini yang berkembang dimasyarakat justru malah banyak yang mengeluarkan statement-statement yang bertentangan dengan prinsip-prinsip toleransi, dan karena hal inilah sebetulnya penyebab dari banyak berkembangnya pemikiran dan juga pemahaman pemahaman yang Radikalis di kalangan masyarakat awam. Maka ada baiknya, untuk mencegah pemahaman dan pemikiran Radikalisme berkembang dikalangan masyarakat awam seperti yang terjadi saat ini, para tokoh-tokoh semacam ini sepatutnyalah menyampaikan hal-hal yang berkenaan dengan pemikiran-pemikiran yang membangun dan mempersatukan, dan bukan malah memecah belah.

Solusi yang paling utama agar pemikiran-pemikiran radikalis negatif tidak berkembang dimasyarakat awam yaitu dengan ikut andilnya pemerintah dan tokoh-tokoh masyarakat untuk sama-sama peduli dengan persatuan bangsa ini dan banyak memahamkan betul kepada masyarakat tentang arti pentingnya sebuah persatuan dan tentang buruknya sifat rasa saling curiga dalam berkehidupan dan berkebangsaan yang bebas seperti halnya yang tergambar di negara Indonesia tercinta ini, hal ini tentunya harus didukung pula oleh pola pemikiran positif yang dibangun dilingkungan masyarakat awam tadi, yaitu melalui media-media sosial yang setiap hari banyak memberikan kontribusi besar atas pemikiran-pemikiran negatif yang berkembang dimasyarakat seperti halnya berita bohong atau Hoax, serta kontribusi agama dalam mengarahkan dan membimbing setiap penganutnya untuk senantiasa bertoleransi kepada yang lainnya serta senantiasa menjaga persatuan demi terwujudnya Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkeadilan berkebangsaan yang bebas.


Muhammad Ikhsan Rizki Ramadahan, Mahasiswa KPI UIN Bandung

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia