x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Perkaya Khazanah Keilmuan Guna Menangkal Radikalisme

oleh: Sri Sulistina
Radikalisme salah satu isu yang nampaknya tidak pernah bosan menjadi polemik dalam mewarnai dunia jurnalistik. Radikalisme kerap kali terjadi khususnya di Indonesia sebagai salah satu negara berkembang dengan mayoritas penduduk beragama Islam.
 
Rentetan tindakan radikalisme yang terus menerus terjadi, mulai dari terbentuknya organisasi yang fanatik terhadap salah satu pemikiran tentang agama, aksi pengebomam hingga disikapi lahirnya aksi terorisme dan aksi anarkis lainnya. Hingga beberapa hari terakhir isu terhangat mengenai penggunaan cadar, celana cingkrang, dan doa yang sebagian orang menyikapinya sebagai mengikuti sunah Nabi ditindaki sebagai aksi dari radikalisme yang tidak memiliki kaitan sedikit pun dengan peningkatan ketakwaan oleh mentri agama.

Padahal jika kita menelisik lebih dalam makna dari radikal atau radikalisme tidak dikhususkan dengan agama. Namun, karena banyaknya oknum yang menunggangi agama untuk mempermudah aksinya dari sinilah banyak orang awam yang mengganggap bahwa radikalisme identik dengan agama. Bahkan mereka  mengatakan radikalisme adalah embrio dari terorisme.

Negara menyikapi siaga terhadap tindakan radikalisme karena banyaknya korban yang berjatuhan dampak dari gerakannya, hingga meresahkan berbagai lapisan masyarakat. Dampak fisik yang ditimbulkan tidak sedikit , terjadi kerusakan baik dari segi fasilitas dan sarana prasaran umum lainnya yang menyebabkan kerugian ekonomi cukup besar.

Gerakan radikalisme yang digencarkan dengan tindakan kekerasan, maka akan menghilangkan rasa kasih sayang dan perdamaian antar sesama. Efeknya kita tidak bisa mengelak agama selain islam dan pasti sebagian umat islam mereka berasumsi negatif karena tidak selaras doktrin yang sering didaung-daungkan yakni "Islam adalah agama rahmatal lil 'alamin", dengan banyaknya realita aksi anarkis yang terjadi.

Dampak yang dipandang cukup krusial bahwa tindakan ini akan meracuni fikiran anak bangsa sebagai generasi penerus yang seharusnya diberikan pandangan dan contoh-contoh yang baik, bukannya malah dicekoki dengan tindakan penyerangan, kekerasan dan bahasan yang saling menjatuhkan satu sama lain.

Melihat begitu banyak dampak negatif yang terjadi akibat gerakan radikalisme, dirasa perlu untuk melakukan pencegahan agar tidak merembak semakin dalam. Tidak mudah memang, karena jika melihat kondisi masyarakat indonesia selama berabad-abad menjalani hidup dengan nyaman, saling mengisi antar etnis, golongan dan agama. Sehingga tidak hanya instansi pemerintahan yang harus turun tangan dalam mencegah dan mengatasinya, namun seluruh lapisan masyarakat harus ikut serta terutama para generasi muda yang dicap sebagai agent of change. Dalam pepatah Arab pun dikatakan "di tangan pemuda letak urusan umat dan di kaki-kaki pemuda perubahan suatu bangsa".
 
Tindakan paling mendasar yang harus dilakukan yakni memulai dari diri sendiri, dimana terus mengkaji berbagai ilmu pengetahuan baik ilmu agama maupun umum. Agar tidak hanya memahami satu titik kemudian berkoar merasa benar dengan apa yang dikatakan dan menimbulkan kefanatikanan,  dengan terus mengasah ilmu pengatahuan akan dapat menyajikan kerangka berfikir yang seimbang.

Terutama ilmu agama memang harus dipahami dengan baik dan benar karena akan menjadi dasar dalam berkehidupan. Selain ilmu agama, wawasan tentang kebangsaaan perlu untuk diperkuat guna memunculkan sikap moderat, kekeluargaan dan toleransi. Dengan memahami berbagai ilmu akan membentengi diri dari segala wabah radikalisme, memunculkan sikap damai dalam bertindak. Selanjutnya, orang tua memiliki peran dimana menjadikan keluarga sebagai lembaga kecil berdiskusi dan media konsultasi.

Maka dari itu, kita generasi penerus sebagai ujung tombak perubahan jangan pernah merasa lelah dalam menggali ilmu agar dapat membagi pemahaman yang baik terhadap masyarakat luas akan radikalisme, bahaya dan dampak yang dirasa. Hingga dapat meminimalisir gerakannya serta menciptakan kedamaian dalam berbagai kancah.

KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Bojonegara, Kota Cilegon Serang Banten
089603375751

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia