x
BREAKING NEWS

Rabu, 25 Desember 2019

Perjuangan Mencari Ide dalam Membuat Berita

Oleh : Rafli Husein Amarullah 

 

Kegiatan peliputan kegiatan masjid merupakan salah satu tugas dari mata kuliah Jurnalisme Dakwah pada semester 3 di jurusan Komunikasi Penyiaran Islam, UIN Sunan Gunung Djati Bandung. Pada mata kuliah ini, diharapkan mahasiswa bukan hanya mengerti secara teori apa itu jurnalisme dakwah, akan tetapi lebih menekankan kepada hasil dari jurnalisme dakwah yang cenderung masih sangat sedikit orang yang menulis berita mengenai informasi dakwah.

 

Pada tugas peliputan ini masing-masing mahasiswa diberi hak untuk menentukan sendiri masjid mana saja yang akan dijadikan sebagai sumber penulisan, dengan catatan masjid yang dipilih itu berada disekitar lingkungan kampus meliputi, Cipadung, Cileunyi, Cibiru dan Panyilekan. Pemberian batasan tersebut diharapkan agar memudahkan akses menuju masjid tanpa harus menempuh jarak yang terlampau jauh dan mencari informasi dakwah yang ada di masjid sekitaran lingkungan kampus.

 

Salah satu masjid yang dijadikan objek penelitian adalah masjid Ar Rohmah yang beralamatkan di RW 06 Jati, Pasir Biru, Cibiru, Kota Bandung. Masjid tersebut ketika melihatnya pertama kali, ternyata memiliki gaya yang simple dan modern di perkampungan. Juga masjid ini berada di dalam gang kecil diantara rumah-rumah warga.

 

Saya memulai tugas peliputan di masjid ini dengan agenda menemui ketua DKM Ar Rohmah untuk mengurus perizinan kegiatan peliputan yang akan dilakukan. Ketika itu ketua DKM mengajak saya ke rumahnya dan berbincang-bincang di sana dengan asik dan menarik. Juga ketua DKM memberikan informasi mengenai gaya masjid yang simple dan modern serta informasi mengenai sejarah dari masjid ini. Selain itu dalam perbincangan tersebut, ketua DKM memberikan keleluasaan bahkan memberikan apresiasi terkait tugas tersebut. Namun, ketua DKM menyarankan jika saya hendak mencari informasi lebih jelas dan terperinci bisa berbincang langsung dengan sekertaris DKM.

 

Dua hari setelah itu, saya langsung menemui sekertaris DKM setelah melaksanakan salat maghrib berjamaah di Masjid Ar Rohmah. Saya berbincang sekilas dengan beliau dan menjelaskan maksud dan tujuan saya serta meminta izin untuk diwawancarai mengenai kegiatan-kegiatan di masjid tersebut. Bapak sekertaris DKM tersebut berkenan dan memberikan izinnya kepada saya untuk diwawancarai. Akan tetapi, dikarenakan ketika itu beliah ada undangan untuk menghadiri acara tahlilan warga sekitar, beliau menyarakan untuk wawancara dilakukan esok harinya setelah salat asar berjamaah.

 

Keesokan harinya, setelah salat asar berjamaah di masjid Ar Rohmah saya langsung di ajak bapak sekertaris DKM untuk melakukan wawancara di rumahnya. Ketika sudah berada di rumahnya, sesi wawancara pun dimulai dengan Sembilan pertanyaan yang sudah saya siapkan mengenai kegiatan maghrib mengaji anak-anak. Pada saat memulai wawancara, saya sempat merasakan gugup dalam berbicara dan ada sedikit rasa malu, akan tetapi setelah pertanyaan kedua dan seterusnya hingga pertanyaan kesembilan rasa gugup dan malu itu perlahan mulai hilang. Dan beliau pun ternyata memberikan informasi jawaban atas pertanyaan-pertanyaan yang saya ajukan dengan jelas dan terperinci. Hingga akhirnya semua pertanyakan yang saya ajukan akhirnya terjawab semua.

 

Setelah sesi wawancara pertama selesai saya pun memulai untuk membuat berita di kosan saya. Ketika saya ingin memulainya, entah kenapa ketika itu saya seperti bingung untuk memulai pembuatan berita ini dari sudut pandang yang mana. Lama saya berfikir dan mencari ide. Bahkan hingga di dalam toilet pun saya mencoba untuk mencari kata-kata yang akan dijadikan awal dari berita yang akan saya buat tentang kegiatan maghrib mengaji anak-anak.

 

Setelah terus menerus berfikir dan mencari ide, akhirnya saya menemukan sebuah ide untuk membuat berita. Akan tetapi ide yang muncul ini bukan tentang kegiatan maghrib mengaji, melainkan tentang informasi mengenai renovasi masjid yang terus dilakukan dari ketua DKM ketika berbincang-berbincang awal. Akhirnya saya memutuskan untuk membuat berita pertama saya tentang renovasi masjid yang terus dilakukan pihak DKM hingga membuat masjid saat ini bergaya modern dan simple serta nyaman.

 

Berita pertama akhirnya selesai. Setelah itu dikumpulkan di google classroom. Lalu beberapa berita dari teman saya yang sudah mengumpulkan di periksan dan dijadikan bahan evaluasi dari dosen. Setelah di evaluasi, dosen matakuliah Jurnalisme Dakwah memberikan tugas kembali kepada kami untuk membuat berita yang kedua.

 

Diberita kedua ini saya sempat kebingungan tema apa yang akan saya ambil. Dan akhirnya saya memutuskan untuk mengambil tema mengenai agenda unik yang dilakukan DKM setiap satu bulan sekali di lingkungan RW 06 Jati ini. Yaitu, Sulap atau Subuh berjamaah di Lapangan dan Sarapan Berkah. Dua tema inilah yang saya jadikan berita kedua dan ketiga. Dan sebelum membuat berita, saya melakukan sesi wawancara terlebih dahulu dengan bapak sekertaris DKM untuk mendapatkan informasi yang jelas dan terperinci.

 

Setelah medapatkan informasi yang jelas dan terperinci mengenai acara Sulap atau Subuh berjamaah di Lapangan dan Sarapan Berkah dari beliau. Saya pun langsung membuat 2 berita sekaligus. Meskipun mengalami kesulitan yang hampir sama seperti saat membuat berita pertama, akan tetapi kesulitan kali ini sedikit lebih mudah untuk di atasi dan akhirnya berita kedua dan ketiga selesai. Untuk berita yang keempat, karena sudah bingung untuk memilih tema apa, akhirnya saya memutuskan untuk kembali menggunakan tema dari wawancara pertama yaitu kegiatan maghrib mengaji anak-anak. Dan ketika membuat berita tentang ini saya mulai merasakan kembali susahnya mencari ide untuk kata-kata awal berita. Setelah proses berfikir mencari ide-ide, akhirnya saya mendapatkannya dan langsung membuat berita yang keempat.

 

            Selama proses pembuatan berita ini, saya merasakan cukup susahnya dalam menyusun kata-kata sebuah berita. Meskipun informasi-informasi telah saya dapatkan dengan jelas dan terperinci dari narasumber. Akan tetapi, ternyata ketika hendak membuat sebuah berita saya harus berfikir keras untuk mencari kata-kata yang pas yang akan digunakan di dalam berita saya. Bahkan proses berfikir mencari ide-ide dan kata-kata saya lakukan hingga di dalam toilet. Selain itu juga, karena saya masih lumayan bingung membedakan antara berita dan Feature. Sehingga hal inilah yang menambah tugas saya untuk berfikir karena keraguan tersebut. Namun dari proses yang saya alami ini ternyata menjadikan saya mengetahui bagaimana kerasnya perjuangan dalam membuat sebuah berita.


Rafli Husein Amarullah

Mahasiswa KPI UIN Sunan Gunung Djati Bandung 


(Berita Feature)

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia