x
BREAKING NEWS

Kamis, 26 Desember 2019

Penyakit Tidak Menghalangi Taufik untuk Bangkit

Menjadi seseorang yang berprestasi dan membanggakan orang sekitar, adalah impian setiap orang, baik dalam prestasi akademik maupun non-akademik.
Begitupun impian Muhammad Taufik Ridho, atlet kelahiran Tasikmalaya ini bermimpi untuk membanggakan kampung halaman dan keluarganya. Meski semenjak kecil ia dirawat oleh neneknya, namun kecintaannya kepada orang tua begitu besar.

Semenjak kecil, Muhammad Taufik telah dididik untuk menjadi seseorang yang mandiri, orang tuanya harus pergi ke luar negri untuk memenuhi biaya sehari-hari. Meski begitu, Taufik tetap mencari cara agar bisa dipertemukan dengan orang tuanya, dan salah satu wujud keseriusannya itu, ia jadikan prestasinya sebagai jalan untuk ia bertemu dengan orang tua.

Saat ia baru memasuki usia anak-anak menengat pertama, Taufik dipesantrenkan di salah satu pesantren di Tasikmalaya, kemudian suatu penyakit yang justru memberi pelajaran datang menghampirinya, Taufik divonis menderita penyakit paru-paru, dan itu sangat memukul dirinya. Kemudian dokter menyarankannya untuk melakukan rutinitas yang diharapkan mampu meredam penyakitnya itu, Taufik harus menjalankan olahraga rutin seperti renang dan lari, yang kemudian, lambat laun menjadi hobi Taufik.
Setelah olahraga ini menjadi hobinya, taufik mulai menggeluti olahraga Penthalton, yaitu renang, lari, dan tembak. Namun siapa sangka, ternyata Taufik mampu untuk bersaing di tingkat lokal, ini tentu menjadi spirit untuknya, kemudian ia berangkat ke tingkat nasional, pun berhasil juga. Dan ia puun berhasil mengibarkan bendera kebanggaannya di SEA GAMES dengan raihan emasnya.

Taufik menjadikan kebolehannya ini sebagai jalan ia untuk bertemu orang tuanya yang sedang bekerja di Arab Saudi sebagai TKI (Tenaga Kerja Indonesia). Namun takdir berkata lain, tahun 2017, Taufik harus mengubur dalam-dalam keinginannya untuk bertemu dengan sang ibu. Ibunya telah dipanggil yang Maha Kuasa. Namun ini tak membuatnya patah semangat, Taufik tetap memiliki spirit yang besar untuk menjemput ayahnya dan menunjukan kepada dunia, bahwa orang kampung sepertinya mampu mengharumkan nama bangsa dengan prestasi yang luar biasa.

Setelah bercermin dari kemampuannya itu, Taufik berharap pemerintah setempat lebih memerhatikan kemampuan masyarakatnya terutama anak-anak yang masih sangat perlu bimbingan, karena jika dibiarkan, semuanya hanya akan menjadi bakat yang terpendam,m dan mimpi untuk menjadikan Indonesia lebih dikenal di mata dunia pun akan hanya sekedar mimpi.
Semoga impian Muhammad Taufik dan kita sebagai masyarakat Indonesia yang tentuunya inngin bangsa kita maju terutama di bidang prestasi segera terwujud, agar visi kita untuk menjadikan Indonesia yang Smber Daya manusi Unggul, Indonesia Maju, bukan hanay slogan saja.
Oktavia Rahmawati
Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Kp. Ciwidara RT.10/01 Desa. Salebu Kec. Manguunreja Kab. Tasikmalaya
085317029344
Rahmaokta2@gmail.com

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia