x
BREAKING NEWS

Senin, 23 Desember 2019

Pentingnya Pendidikan Guna Pencegahan Radikalisme

Oleh Sherly Sagita
Warga Negara Indonesia tengah berduka karena insiden serangan bom bunuh diri yang pernah terjadi di Surabaya beberapa tahun silam.

Tentu hal ini sangat tidak dibenarkan oleh agama, karena tidak berprikemanusiaan.

Apalagi pelakunya adalah sepasang suami-istri beserta anak-anaknya.
Salah satu penyebab para teroris melakukan teror serangan bom ini karena adanya paham radikalisme.

Ajaran radikalisme ini diduga sudah menyebar ke beberapa pelosok negeri. Maka, diperlukannya pencegahan sejak dini.

Ternyata pelaku teror bom ini kebanyakan masih di  bawah umur. Karena itu, hal ini mengindikasikan bahwa pendidikanlah yang seharusnya memiliki peran penting dalam pencegahan paham radikalisme ini.

Ada beberapa cara agar pendidikan dapat mencegah paham radikalisme ini.
pertama, dengan memperkuat Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di sekolah.

Bukan hanya berupa teori saja, tetapi lengkap dengan cara penerapannya.
Dari pendidikan dasar inilah seseorang diajarkan makna terpenting yang terkandung di dalam Pancasila, bagaimana menjadi warga negara yang baik, dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)

kedua, dengan memperkuat pendidikan agama dan budi pekerti. Meski sebenarnya pembelajaran ini seringkali disepelekan oleh beberapa orang.
Namun, ini sangatlah penting. Seseorang bisa mengajarkan, mengamalkan dan menerapkan ajaran budi pekerti ini dengan baik dan benar kepada orang lain.

Jika ajaran ini lemah, maka orang akan cenderung mudah mempelajari paham radikalisme, dan inilah yang sebenarnya dikhawatirkan.

Dan yang ketiga adalah penerapan pendidikan karakter.
Sangat terlihat sekali pendidikan karakter yang ada di sekolah kurang maksimal. Sehingga dengan ketidakmaksimalan inilah yang menjadikan lulusan suatu lembaga pendidikan tertentu akan memiliki karakter yang kurang kompeten dan mudah terjerumus kedalam paham radikalisme.

Maka dari adanya kasus-kasus yang sudah terjadi, paham radikalisme ini harus benar-benar dilakukan pencegahan. Mulai dari pendidikan, orang tua, maupun masyarakat. Guna mewujudkan keselamatan bersama, ketentraman nusa, bangsa dan agama di berbagai kawasan baik dari luar maupun dalam negeri. 

Karena dikhawatirkan Negara Indonesia akan mengalami kehancuran kembali oleh gerakan radikalisme. Pada hakikatnya Negara Indonesia sedang  berada di fase kemajuan.

Sherly Sagita
Mahasiswa KPI IUN Bandung

      Tulisan pernah dimuat di Media Indonesia pada tanggal 20 November 2019

Bagikan

Posting Komentar

 
Since © 2015 DAKWAHPOS - Media Dakwah Islam Aktual.
made with by incsomnia